Aspirin Dosis Rendah Jadi Langkah Sederhana Cegah Preeklampsia pada Ibu Hamil

  • 09 Mar 2026 23:40 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Sebuah langkah sederhana kini memberi harapan baru bagi keselamatan ibu hamil. Studi baru menemukan aspirin dosis rendah dapat menekan kasus preeklampsia berat sejak awal kehamilan.

Temuan itu dipresentasikan pada Pregnancy Meeting 2026 milik Society for Maternal-Fetal Medicine di Las Vegas. Penelitian dipimpin Dr. Elaine Duryea dari University of Texas Southwestern Medical Center di Dallas.

Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai tekanan darah tinggi dan tanda kerusakan organ. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, gangguan janin, hingga kematian ibu dan bayi.

Dalam studi ini, klinik membagikan 162 miligram aspirin setiap hari pada kunjungan prenatal pertama. Obat diberikan paling lambat sebelum usia kehamilan 16 minggu untuk memperkuat pencegahan dini.

Peneliti membandingkan 18.457 persalinan setelah kebijakan baru dengan jumlah serupa sebelum aspirin rutin. Seluruh data berasal dari Rumah Sakit Parkland, Dallas, selama periode 2023 hingga 2025.

Hasilnya, kasus preeklampsia berat turun 29 persen pada pasien yang menerima aspirin harian. Jika kondisi tetap muncul, gejalanya cenderung datang lebih lambat dalam perjalanan kehamilan.

Manfaat juga terlihat pada pasien dengan hipertensi kronis sebelum hamil. Pada kelompok ini, risiko preeklampsia berat turun sekitar 28 persen.

Peneliti tidak menemukan peningkatan perdarahan ibu atau solusio plasenta setelah aspirin diberikan. Duryea berkata, "Kami tidak melihat bukti bahaya dari pemberian aspirin."

Duryea menilai pemberian langsung di klinik membantu pasien benar-benar memperoleh obat pencegahan itu. Ia mengatakan langkah ini dapat menunda, bahkan mencegah, preeklampsia berat pada sebagian pasien.

Pedoman ACOG dan SMFM memang merekomendasikan aspirin dosis rendah bagi kehamilan berisiko preeklampsia. Penggunaannya dimulai antara 12 hingga 28 minggu, idealnya sebelum 16 minggu kehamilan.

Karena itu, ibu hamil tidak dianjurkan mengonsumsi aspirin tanpa pemeriksaan dan arahan dokter. Temuan ini menunjukkan pencegahan preeklampsia perlu dimulai lebih cepat dan lebih terarah.

Temuan tersebut dipresentasikan pada Rabu, 11 Februari 2026, dan dimuat sebagai abstrak jurnal resmi SMFM. Meski menjanjikan, hasil itu tetap perlu dibaca bersama penilaian dokter pada tiap kehamilan.

Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....