Hindari Menyimpan Makanan Ini di Kulkas
- 08 Mar 2026 09:05 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Kulkas atau lemari es merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang hampir selalu ada di setiap dapur. Peralatan ini berfungsi untuk menyimpan makanan dan minuman pada suhu rendah agar tetap segar lebih lama. Suhu dingin di dalam kulkas mampu memperlambat pertumbuhan bakteri dan jamur, sehingga bahan makanan tidak cepat basi atau rusak.
Pada umumnya, kulkas memiliki dua bagian utama, yakni ruang pendingin (refrigerator) yang digunakan untuk menyimpan makanan sehari-hari seperti sayur, buah, dan minuman, serta ruang pembeku (freezer) untuk menyimpan bahan makanan beku seperti daging, ikan, atau es.
Tidak hanya di rumah tangga, kulkas juga banyak digunakan di restoran, toko, hingga laboratorium. Fungsinya pun beragam, mulai dari menjaga kualitas bahan makanan dan minuman hingga menyimpan obat-obatan agar tetap aman digunakan.
Seiring perkembangan teknologi, kulkas kini hadir dengan berbagai ukuran, desain modern, serta fitur tambahan seperti pengatur suhu otomatis, teknologi hemat energi, hingga sistem pendinginan cepat yang membuat makanan lebih tahan lama.
Namun demikian, tidak semua makanan cocok disimpan di dalam kulkas. Beberapa jenis makanan justru bisa lebih cepat rusak, berubah rasa, atau bahkan kehilangan kandungan nutrisinya jika dimasukkan ke dalam lemari es.
Dilansir dari Kalbar Terkini, berikut beberapa makanan yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas.
| Baca juga: Manfaat Ikan Teri bagi Kesehatan Tubuh |
1. Buah-buahan tertentu
Beberapa buah justru akan mengalami perubahan rasa dan tekstur jika disimpan di suhu terlalu dingin.
Pisang: Kulitnya cepat menghitam dan rasa manisnya berkurang.
Mangga, pepaya, dan alpukat (sebelum matang): Suhu dingin dapat menghambat proses pematangan alami.
Semangka dan melon utuh: Rasa bisa berkurang jika langsung dimasukkan ke kulkas. Sebaiknya dipotong terlebih dahulu sebelum disimpan.
2. Sayuran tertentu
Tidak semua sayuran tahan disimpan di kulkas dalam waktu lama.
Kentang: Pati berubah menjadi gula sehingga rasanya menjadi aneh dan teksturnya berpasir.
| Baca juga: Bahaya Tersembunyi Ikan Asin bagi Kesehatan |
Ubi dan singkong: Lebih cepat mengeras dan rusak.
Bawang merah dan bawang putih: Mudah lembek, berjamur, dan menimbulkan bau.
Tomat: Teksturnya menjadi lembek dan rasanya berkurang.
3. Makanan pokok
Beberapa bahan makanan pokok juga tidak disarankan disimpan di kulkas.
Roti: Lebih cepat kering dan keras jika disimpan di kulkas. Jika ingin disimpan lama, sebaiknya dimasukkan ke freezer.
Beras: Bisa menjadi lembap dan berjamur jika terlalu lama berada di dalam kulkas.
| Baca juga: Cara Mengatasi Insomnia yang Perlu Dicoba |
4. Produk lainnya
Beberapa bahan dapur juga sebaiknya tidak disimpan di lemari es.
Madu: Dapat mengkristal saat berada di suhu dingin.
Kopi bubuk atau biji kopi: Mudah menyerap bau dari dalam kulkas sehingga aromanya berkurang.
Minyak goreng atau olive oil: Bisa membeku dan mengubah teksturnya.
Intinya, makanan yang masih mengalami proses pematangan alami atau yang membutuhkan tekstur asli sebaiknya disimpan pada suhu ruang. Dengan cara penyimpanan yang tepat, kualitas rasa, tekstur, dan nutrisi makanan dapat tetap terjaga lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....