Bullying Bukan Sekadar Bercanda, Ini Dampaknya

  • 27 Feb 2026 13:54 WIB
  •  Gorontalo

Banyak orang menganggap bullying atau perundungan hanya bercanda atau iseng. Padahal, perilaku ini bisa menimbulkan dampak serius, baik fisik maupun psikologis, bagi korban. Bullying tidak boleh dianggap remeh karena efeknya bisa bertahan lama dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Banyak kasus di lapangan menunjukkan bahwa perilaku bullying yang dibiarkan sejak kecil dapat berkembang menjadi bentuk kekerasan yang lebih besar saat mereka dewasa. Anak-anak yang terbiasa merundung teman bisa tumbuh menjadi pribadi yang kasar karena merasa perilaku tersebut normal. Sebaliknya, korban bullying sering mengalami penurunan percaya diri dan kesulitan bersosialisasi.

Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang untuk menyakiti orang lain. Bentuknya beragam:

  • Fisik: meninju, menendang, mendorong, atau merusak barang.
  • Verbal: mengejek, memaki, atau memberi julukan yang menyakitkan.
  • Sosial/Relasional: mengucilkan, menyebarkan gosip, atau memboikot teman.
  • Cyberbullying: menyerang, menghina, atau mempermalukan orang lain di media sosial.

Dampak Bullying bagi Korban Bullying tidak hanya membuat korban merasa sedih sesaat, tapi bisa menimbulkan dampak jangka Panjang seperti menurunnya kepercayaan diri dan rasa harga diri, Stres, cemas, dan takut dalam berinteraksi sosial dan resiko depresi yang tinggi.

Hal kecil yang menyakiti hati seseorang, meskipun dianggap bercanda, tetap tidak boleh dinormalisasi. Efeknya bisa mengganggu mental, emosi, dan fisik korban, bahkan memengaruhi pelaku. Dengan memahami dampaknya, berani melawan perundungan, dan membangun lingkungan yang positif, kita bisa menciptakan sekolah dan komunitas yang aman, nyaman, dan sehat untuk semua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....