Tidur Siang Baik untuk Otak dan Peneliti Kini Tahu Alasannya
- 23 Feb 2026 08:59 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Studi baru menyebut tidur siang singkat memulihkan kekuatan otak pada sore hari. Peneliti menemukan mekanisme biologis yang membuat otak kembali siap belajar setelah tidur singkat.
Temuan itu dilaporkan dalam jurnal NeuroImage. Peneliti menyebut tidur siang membantu otak pulih dan meningkatkan kemampuan belajar.
Tidur siang membantu mengatur ulang koneksi sel saraf yang disebut sinapsis. Pengaturan ulang ini membuat informasi baru tersimpan lebih efektif di otak.
Selama ini, efek penyegaran sinapsis lebih sering dikaitkan dengan tidur malam yang nyenyak. Riset ini menunjukkan tidur singkat pada siang hari juga memberi dampak serupa.
Peneliti senior Christoph Nissen menyebut tidur singkat membantu otak mengodekan informasi baru. Ia pernah memimpin pusat tidur di Universitas Freiburg. Ia menilai periode tidur singkat pun memberi efek yang terukur.
Peneliti menjelaskan otak menyerap kesan, pikiran, dan informasi sepanjang hari. Proses ini dapat memicu kejenuhan, lalu kemampuan belajar menurun bertahap. Tidur siang dinilai membantu memulihkan kapasitas itu.
Nissen menyebut proses ini sebagai penyesuaian ulang sinaptik yang terjadi saat tidur siang. Proses itu membuka ruang bagi pembentukan ingatan baru. Nissen kini bertugas di Universitas Jenewa.
Untuk riset ini, peneliti memeriksa 20 orang dewasa sehat pada dua sore berbeda. Sebagian peserta tidur siang, sebagian tetap terjaga. Rata-rata durasi tidur siang peserta sekitar 45 menit.
Setelah itu, tim menganalisis otak peserta memakai EEG dan stimulasi magnetik transkranial. Metode ini menilai kekuatan dan fleksibilitas sinapsis. Peneliti lalu membandingkan hasil antara kelompok tidur dan terjaga.
BACA JUGA:
Hasilnya menunjukkan kekuatan keseluruhan koneksi sinaptik menurun setelah tidur siang. Peneliti menilai penurunan ini menjadi tanda pemulihan otak. Pada saat sama, kemampuan membentuk koneksi baru meningkat signifikan.
Akibatnya, otak lebih siap mempelajari konten baru dibanding saat orang tetap terjaga. Peneliti menyebut ini menjelaskan mengapa kinerja sering membaik setelah tidur siang. Temuan itu memberi dasar biologis untuk pengalaman sehari-hari.
Kai Spiegelhalder menilai tidur singkat penting untuk pemulihan mental. Ia memimpin riset tidur psikiatri dan kedokteran tidur di Universitas Freiburg. Ia menyebut tidur siang membantu berpikir lebih jernih dan fokus bekerja.
Peneliti menyebut tidur siang dapat membantu profesi dengan tuntutan kinerja tinggi. Mereka mencontohkan bidang musik, olahraga, dan pekerjaan berisiko tinggi. Nissen menulis tidur siang dapat menjaga kinerja di bawah tuntutan tinggi.
Temuan ini menekankan nilai tidur siang singkat sebagai strategi pemulihan sore hari. Peneliti menyorot manfaatnya untuk kesiapan belajar dan ketahanan mental.
Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....