Studi ini Menunjukkan Teh Baru Diseduh Dukung Kesehatan Jangka Panjang
- 23 Feb 2026 08:38 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Riset terbaru menautkan teh seduh, terutama teh hijau, dengan kesehatan jangka panjang. Kebiasaan sederhana ini dikaitkan dengan risiko penyakit kronis yang lebih rendah.
Tinjauan ilmiah itu menyorot penurunan risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes pada peminum teh. Penulis juga mencatat kaitan dengan beberapa jenis kanker.
Peneliti menilai teh dapat membantu melindungi otak dan menekan peradangan. Mereka juga menautkannya dengan penyusutan otot yang lebih lambat pada lansia.
Temuan itu terbit di jurnal Beverage Plant Research. Tim dari Akademi Ilmu Pertanian Tiongkok memimpin kajian ini. Peneliti Mingchuan Yang dan Li Zhou memimpin penulisan.
| Baca juga: Manfaat Kafein untuk Kesehatan |
Teh berasal dari tanaman Camellia sinensis dan sejarahnya berawal sebagai obat. Seiring waktu, masyarakat meminumnya sebagai minuman harian. Teh herbal memakai tanaman lain, seperti mint atau chamomile.
Teh menyimpan polifenol, terutama katekin, yang diduga memberi efek biologis utama. Tinjauan ini menggabungkan riset laboratorium dan studi manusia. Penulis menyebut bukti teh hitam, oolong, dan putih masih lebih terbatas.
Teh hijau menonjol karena dampaknya pada kesehatan jantung. Studi yang ditinjau mengaitkan teh dengan tekanan darah lebih rendah dan kolesterol lebih baik. Kajian besar juga mencatat risiko penyakit kardiovaskular serta kematian dini yang lebih rendah.
Penulis juga menyorot peran teh pada pengendalian berat badan dan diabetes. Katekin teh hijau dinilai mendukung penurunan berat badan dan meningkatkan metabolisme pada orang obesitas.
| Baca juga: Bahaya Tersembunyi Ikan Asin bagi Kesehatan |
BACA JUGA: Studi: Teh Hijau Turunkan Risiko Demensia Jepang
Tinjauan itu juga mengaitkan teh dengan penuaan yang lebih sehat. Lansia yang rutin minum teh menunjukkan penurunan kognitif lebih lambat. Mereka juga menunjukkan biomarker terkait Alzheimer yang lebih sedikit.
Senyawa teh juga dikaitkan dengan berkurangnya kehilangan massa otot terkait usia. Kondisi itu dapat membantu kekuatan dan mobilitas pada lansia.
Peneliti mengingatkan risiko pada minuman teh olahan, seperti teh botol dan bubble tea. Minuman ini sering membawa gula tambahan, pemanis buatan, dan pengawet. Tim menilai tambahan itu dapat mengurangi manfaat alami teh seduh.
Tinjauan juga menyorot potensi jejak pestisida, logam berat, dan mikroplastik. Bagi kebanyakan orang, penulis tidak menilai paparan ini sebagai risiko besar. Risiko bisa meningkat pada orang yang minum teh sangat banyak selama bertahun-tahun.
Peneliti juga mencatat teh dapat mengurangi penyerapan zat besi dan kalsium. Dampak ini penting bagi vegetarian atau orang dengan kebutuhan gizi tertentu. Tim menyarankan konsumsi moderat dan memilih teh seduh tradisional bila memungkinkan.
Penulis menekankan perlunya studi lanjutan tentang efek jangka panjang dan perbedaan antar jenis teh. Mereka juga ingin mengukur dampak kontaminan secara lebih rinci.
Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....