Makan saat Bad Mood Ganggu Nutrisi
- 15 Feb 2026 10:32 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Kebiasaan makan saat sedang marah, cemas, atau sedih ternyata tidak hanya berdampak pada pola konsumsi, tetapi juga dapat memengaruhi proses penyerapan nutrisi dalam tubuh. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa kondisi emosional yang tidak stabil dapat mengganggu sistem pencernaan dan metabolisme.
Konsep mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran kembali menjadi sorotan dalam dunia kesehatan. Menurut publikasi dari Harvard Medical School, stres dan emosi negatif dapat memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang berdampak pada sistem pencernaan. Ketika tubuh berada dalam kondisi “fight or flight”, aliran darah lebih difokuskan ke otot dan otak, bukan ke saluran cerna, sehingga proses pencernaan menjadi kurang optimal.
Hal serupa juga dijelaskan oleh American Psychological Association yang menyebutkan bahwa stres kronis dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam usus. Ketidakseimbangan mikrobiota ini berpotensi memengaruhi penyerapan vitamin dan mineral penting seperti vitamin B, magnesium, dan zat besi.
Sementara itu, laporan dari Cleveland Clinic menegaskan bahwa stres dapat memperlambat pengosongan lambung atau justru mempercepatnya secara tidak normal. Dampaknya, tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan secara efisien, sehingga nutrisi yang masuk tidak terserap maksimal.
Para ahli juga mengingatkan bahwa makan dalam kondisi emosional sering kali membuat seseorang memilih makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Kebiasaan ini bukan hanya berisiko terhadap obesitas, tetapi juga dapat memicu peradangan dalam tubuh yang berdampak pada kesehatan jangka panjang, termasuk gangguan jantung dan metabolik.
Di sisi lain, praktik mindful eating terbukti membantu meningkatkan kualitas pencernaan. Teknik ini mendorong seseorang untuk makan secara perlahan, memperhatikan rasa, tekstur, serta sinyal kenyang dari tubuh. Dengan kondisi pikiran yang lebih tenang, sistem saraf parasimpatis—yang berperan dalam proses “rest and digest”—dapat bekerja lebih optimal.
Menjaga pola makan sehat tidak hanya tentang memilih bahan pangan bergizi, tetapi juga tentang kondisi psikologis saat mengonsumsinya. Mengelola stres melalui olahraga ringan, meditasi, atau aktivitas positif sebelum makan dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mendukung kesehatan pencernaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....