Waspada Text Neck akibat Main HP

  • 15 Feb 2026 09:33 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kebiasaan menunduk terlalu lama saat menggunakan telepon genggam ternyata dapat memicu gangguan pada leher dan bahu. Fenomena ini dikenal dengan istilah text neck, yakni cedera akibat postur tubuh yang salah saat menggunakan perangkat digital dalam waktu lama.

Istilah text neck pertama kali dipopulerkan oleh dokter spesialis bedah tulang asal Amerika Serikat, Kenneth K. Hansraj. Dalam penelitiannya yang dipublikasikan di jurnal medis Surgical Technology International, ia menjelaskan bahwa semakin menunduk kepala ke depan, semakin besar beban yang diterima tulang leher. Pada posisi menunduk sekitar 60 derajat, tekanan pada tulang leher bisa mencapai sekitar 27 kilogram.

Secara anatomis, kepala manusia memiliki berat rata-rata 4 hingga 5 kilogram dalam posisi tegak. Namun, menurut publikasi di Surgical Technology International, perubahan sudut kemiringan kepala secara signifikan meningkatkan tekanan pada tulang belakang bagian servikal. Kondisi ini dalam jangka panjang berisiko menimbulkan nyeri kronis, ketegangan otot, hingga gangguan pada struktur tulang belakang.

Fenomena ini menjadi perhatian serius di era digital. Data laporan Digital 2024 Global Overview Report yang dirilis oleh We Are Social bersama Meltwater menunjukkan masyarakat Indonesia rata-rata menghabiskan lebih dari 7 jam per hari menggunakan internet, sebagian besar melalui ponsel pintar. Durasi tersebut meningkatkan potensi gangguan postur tubuh bila tidak disertai kebiasaan ergonomis.

Gejala text neck umumnya ditandai dengan pegal di leher, nyeri bahu, sakit kepala, hingga kesemutan pada lengan. Dalam beberapa kasus, keluhan dapat berkembang menjadi gangguan tulang belakang jika dibiarkan tanpa penanganan. Para ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat lebih waspada terhadap perubahan postur saat menggunakan gawai.

Untuk mencegah kondisi ini, pakar kesehatan menganjurkan agar layar ponsel diangkat sejajar dengan pandangan mata, menjaga posisi punggung tetap tegak, serta melakukan peregangan setiap 20–30 menit. Latihan penguatan otot leher dan bahu juga dinilai efektif mengurangi risiko cedera akibat penggunaan perangkat digital.

Selain itu, penting bagi orang tua untuk mengawasi penggunaan gawai pada anak dan remaja. Pasalnya, tulang belakang pada usia pertumbuhan lebih rentan terhadap perubahan struktur akibat kebiasaan postur yang buruk dalam jangka panjang.

Dengan meningkatnya ketergantungan terhadap perangkat digital, kesadaran menjaga postur tubuh menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....