Minum Teh Setelah Makan Berpengaruh pada Kesehatan
- 08 Feb 2026 22:03 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Minum teh setelah makan merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Selain memberikan rasa segar, teh sering dianggap mampu membantu proses pencernaan. Namun, kebiasaan ini ternyata memiliki pengaruh tertentu terhadap kesehatan tubuh.
Teh mengandung senyawa tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan, terutama zat besi non-heme yang berasal dari sumber nabati. Jika teh dikonsumsi langsung setelah makan, tubuh berpotensi menyerap zat besi dalam jumlah yang lebih sedikit. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berdampak pada risiko kekurangan zat besi.
| Baca juga: Kelelahan yang Tak Disadari |
Selain tanin, teh juga mengandung kafein yang dapat memengaruhi sistem pencernaan. Pada sebagian orang, konsumsi teh setelah makan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada lambung, seperti kembung atau peningkatan asam lambung, terutama jika diminum dalam keadaan perut sensitif.
Meski demikian, teh tetap memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Kandungan antioksidan dalam teh diketahui berperan dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta mendukung kesehatan jantung. Teh juga dapat membantu meningkatkan fokus dan mengurangi rasa lelah setelah makan.
Untuk mengurangi dampak negatif, disarankan agar konsumsi teh diberi jeda sekitar satu hingga dua jam setelah makan. Alternatif lainnya adalah memilih teh herbal yang tidak mengandung kafein dan tanin tinggi, sehingga lebih ramah bagi sistem pencernaan.
Dengan pengaturan waktu konsumsi yang tepat, minum teh tetap dapat menjadi kebiasaan yang aman dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....