Waspada Diabetes di Usia Muda
- 29 Jan 2026 11:43 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Diabetes melitus kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Penyakit metabolik ini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia muda, seiring perubahan gaya hidup, pola makan tinggi gula, serta minimnya aktivitas fisik. Sayangnya, gejala awal diabetes kerap diabaikan karena dianggap keluhan ringan sehari-hari.
Salah satu tanda yang sering muncul adalah sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Akibatnya, frekuensi buang air kecil meningkat tanpa disadari penderitanya.
Gejala lain yang umum dirasakan adalah rasa haus berlebihan, meskipun telah banyak minum. Tubuh kehilangan banyak cairan akibat sering buang air kecil, sehingga memicu rasa haus yang terus-menerus. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi sinyal gangguan metabolisme glukosa.
Selain itu, penderita diabetes di usia muda juga kerap lebih cepat merasa lapar. Meski asupan makanan cukup, tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa secara optimal sebagai sumber energi. Akibatnya, tubuh memberi sinyal lapar karena sel-sel mengalami kekurangan energi.
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga patut diwaspadai. Ketika glukosa tidak dapat digunakan, tubuh mulai memecah lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif. Proses ini menyebabkan berat badan turun meski tidak sedang menjalani program diet.
Gejala berikutnya adalah tubuh mudah lelah dan lemas. Kurangnya pasokan energi ke sel-sel tubuh membuat penderitanya cepat merasa capek, sulit berkonsentrasi, dan tidak bertenaga dalam menjalani aktivitas harian, termasuk pada usia produktif.
Perubahan pada kulit, seperti menghitamnya lipatan leher atau ketiak, juga menjadi tanda khas yang sering muncul. Kondisi ini berkaitan dengan resistensi insulin, di mana kadar insulin tinggi memicu perubahan warna kulit di area tertentu. Selain itu, luka yang sulit sembuh juga menjadi indikator penting akibat terganggunya sirkulasi darah.
Melihat meningkatnya risiko diabetes di usia muda, masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap gejala awal serta menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Pemeriksaan gula darah secara rutin, menjaga pola makan seimbang, dan aktif berolahraga menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....