Tips Naikkan Berat Badan Anak yang Susah Makan
- 28 Jan 2026 13:01 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Sendok baru mendekat, si kecil sudah geleng kepala. Seorang dokter anak membagikan tips padat kalori agar berat badan anak perlahan naik.
Dokter anak dr. Hendra Wardhana, Sp.A menyampaikan tips itu lewat TikTok pribadinya. Ia menyorot anak yang menolak makan dan hanya mau porsi kecil. Ia mengajak orang tua mengenali makanan favorit anak di rumah.
| Baca juga: Manfaat Keju untuk Kesehatan |
Ia berkata, “Tidak perlu makan banyak, yang penting tinggi kalori dan padat gizi.” Ia menyarankan orang tua menaikkan kalori tanpa memaksa volume makan.
Ia kemudian merangkum protein hewani yang dinilai tinggi kalori untuk anak susah makan. Orang tua dapat menyesuaikan pilihan sesuai usia dan kebiasaan makan si kecil.
| Baca juga: Manfaat Kafein untuk Kesehatan |
Inilah pilihan makanan tinggi protein hewani yang dapat dirangkum dalam videonya, antara lain:
- Daging bebek cenderung lebih berlemak, sehingga energinya lebih tinggi dibanding sebagian daging unggas. Sajikan suwir halus atau nasi tim, lalu tambah santan tipis bila anak cocok.
- Belut mengandung protein dan lemak, sehingga cocok untuk menu padat energi. Masak sampai benar-benar matang, buat pepes lembut, dan pastikan tidak ada duri kecil.
- Paha ayam memiliki bagian kulit dan daging lebih berlemak dibanding dada ayam. Rebus atau ungkep, cincang kecil, lalu campurkan ke bubur untuk memudahkan makan.
- Ikan makarel atau tongkol memberi protein, serta lemak yang menambah kepadatan kalori. Pilih ikan segar, kukus, ambil dagingnya, lalu periksa tulang sebelum disajikan.
- Hati atau daging merah kaya zat besi dan zinc, penting bagi pertumbuhan. Berikan porsi kecil, masak matang, dan imbangi sayur untuk menjaga variasi.
Ia mengingatkan, “Jangan lupa tambahkan lemak, seperti santan atau butter, agar kalori naik.” dari laman Kemenkes menyebutkan bahwa minyak atau lemak efektif menaikkan energi MPASI tanpa menambah porsinya.
Panduan Boston Children’s Hospital juga menganjurkan fortifikasi dengan lemak, misalnya butter atau minyak.
| Baca juga: Manfaat Ikan Teri bagi Kesehatan Tubuh |
Pastikan tekstur sesuai usia, dan hindari potongan besar yang berisiko tersedak. Jika berat badan stagnan atau anak tampak lemas, konsultasikan ke dokter anak.
Saran menu tidak menggantikan pemeriksaan, terutama bila ada alergi atau keluhan pencernaan.
Berita ini dirangkum, diolah, dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....