Kenali Bahaya Gigi Berlubang
- 25 Jan 2026 16:38 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Gigi berlubang merupakan kondisi kerusakan gigi akibat terkikisnya lapisan terluar gigi atau enamel. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penumpukan bakteri di dalam mulut yang dipicu kebiasaan mengonsumsi makanan manis serta kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Dilansir dari AloDokter, gigi berlubang adalah keluhan umum yang dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada tahap awal, gigi berlubang sering kali sulit terdeteksi karena tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, jika tidak segera ditangani, lubang pada gigi akan semakin membesar dan meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti infeksi, gigi copot, hingga abses gigi.
Penyebab dan Faktor Risiko
| Baca juga: Manfaat Gula Aren bagi Kesehatan |
Gigi berlubang berawal dari terbentuknya plak yang menempel pada permukaan gigi. Plak berasal dari sisa makanan yang mengandung gula dan pati. Jika tidak dibersihkan, bakteri alami di mulut akan mengubah plak menjadi asam yang secara perlahan mengikis enamel gigi hingga membentuk lubang.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko gigi berlubang antara lain jarang menyikat gigi, tidak menggunakan pasta gigi berfluoride, konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan, gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia, penyakit asam lambung (GERD), mulut kering, serta faktor usia lanjut yang menyebabkan enamel menipis.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala gigi berlubang berbeda-beda pada setiap orang, tergantung lokasi dan ukuran lubang. Pada kondisi yang sudah parah, gejala yang dapat muncul meliputi gigi sensitif, nyeri saat menggigit, sakit gigi spontan, ngilu saat mengonsumsi makanan manis, dingin, atau panas, hingga munculnya noda putih, cokelat, atau hitam pada gigi.
| Baca juga: Manfaat Air Lemon Hangat di Pagi Hari |
Masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter gigi jika keluhan tersebut disertai pembengkakan wajah, gusi berdarah, sulit mengunyah, atau nyeri hebat yang mengganggu aktivitas makan dan tidur.
Diagnosis dan Pengobatan
Untuk mendiagnosis gigi berlubang, dokter gigi akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan langsung pada gigi dan mulut, serta pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen guna mengetahui tingkat kerusakan gigi.
Pengobatan disesuaikan dengan tingkat keparahan, mulai dari fluoride treatment, tambal gigi (filling), pemasangan crown, perawatan saluran akar (root canal), hingga pencabutan gigi jika kerusakan sudah sangat parah.
| Baca juga: Bahaya Minuman Manis terhadap Kesehatan |
Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati
Gigi berlubang dapat dicegah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara rutin. Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela gigi menggunakan benang gigi, membatasi konsumsi makanan manis, serta melakukan pemeriksaan gigi minimal dua kali setahun menjadi langkah penting pencegahan.
Selain itu, konsumsi makanan kaya serat dan kalsium, permen karet rendah gula yang mengandung xylitol, teh tanpa gula, serta air mineral berfluoride juga dianjurkan untuk membantu menjaga kesehatan gigi.
Dengan perawatan dan pencegahan yang tepat, risiko gigi berlubang dapat diminimalkan sehingga kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....