Benjolan di Ketiak: Penyebab dan Penanganannya

  • 30 Des 2025 15:01 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo - Munculnya benjolan di tubuh secara tiba-tiba sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama jika muncul di area ketiak. Meskipun sering dianggap sepele, benjolan di ketiak sebaiknya tidak diabaikan karena dalam beberapa kasus dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Dilansir dari Siloam Hospitals, secara umum, benjolan di ketiak tidak selalu berbahaya. Namun, diagnosis dari dokter perlu dilakukan untuk memastikan penyebab dan tingkat keparahan kondisi tersebut. Pengawasan medis disarankan apabila benjolan tidak hilang setelah dua minggu, ukurannya terus membesar, terasa nyeri atau kasar saat disentuh, tumbuh kembali setelah diangkat, atau disertai demam serta tanda-tanda infeksi lainnya.

Benjolan di ketiak bisa dialami oleh pria maupun wanita. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening yang berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Ketika tubuh melawan bakteri, virus, atau kuman, kelenjar getah bening bisa membesar dan terasa seperti benjolan.

Selain itu, beberapa faktor lain juga bisa memicu munculnya benjolan di ketiak, seperti infeksi virus influenza dan mononukleosis, tumor jinak seperti fibroadenoma, hingga tumor ganas seperti kanker payudara, limfoma, leukemia, dan sarkoma jaringan lunak. Cedera, penumpukan lemak yang membentuk lipoma, gangguan autoimun seperti lupus, reaksi alergi, serta efek samping vaksinasi juga dapat menjadi penyebabnya.

Masalah kulit juga bisa berperan dalam munculnya benjolan, seperti folikel rambut yang tersumbat, kista, bisul, rambut tumbuh ke dalam, folikulitis, hingga hidradenitis suppurativa. Iritasi akibat mencukur dan penyakit kulit tertentu juga dapat memicu kondisi ini.

Gejala yang menyertai benjolan di ketiak bisa beragam, tergantung penyebabnya. Beberapa keluhan yang sering terjadi antara lain rasa gatal, kemerahan pada kulit, pembengkakan lengan, sensasi terbakar, demam, mual, penurunan berat badan, hingga pembesaran kelenjar getah bening di area tubuh lainnya. Pada kondisi tertentu, benjolan bisa berisi nanah atau membesar saat beraktivitas dan mengecil saat beristirahat.

Jika benjolan tidak kunjung membaik atau menimbulkan keluhan yang mengganggu aktivitas, pemeriksaan medis sangat dianjurkan. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti tes darah, USG, biopsi, CT scan, MRI, mammografi, hingga tes imunologi untuk memastikan diagnosis.

Penanganan benjolan di ketiak disesuaikan dengan penyebabnya. Mulai dari kompres hangat dan obat antiinflamasi untuk meredakan nyeri, pemberian antibiotik jika disebabkan infeksi, hingga tindakan medis seperti operasi, kemoterapi, atau radioterapi pada kasus tertentu.

Untuk mencegah munculnya benjolan di ketiak, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat, menjaga kebersihan tubuh, rutin berolahraga, menjaga pola makan seimbang, serta menghindari penggunaan produk ketiak yang dapat menimbulkan iritasi. Pemeriksaan kesehatan rutin juga penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat tumor atau kanker.

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran medis dari tenaga kesehatan profesional. Jika mengalami benjolan di ketiak yang disertai keluhan berkepanjangan, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....