Efek Mengejutkan Berhenti Minum Minuman Manis
- 24 Des 2025 20:48 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Kebiasaan mengonsumsi minuman manis masih tinggi di Indonesia, mulai dari teh kemasan, minuman bersoda, hingga kopi siap saji. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa asupan gula berlebih, khususnya dari minuman, berkontribusi besar terhadap meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Ketika seseorang mulai berhenti mengonsumsi minuman manis, perubahan pertama yang biasanya dirasakan adalah tubuh terasa lemas dan kurang bertenaga. Kondisi ini wajar terjadi karena tubuh sedang beradaptasi dengan penurunan asupan gula yang sebelumnya menjadi sumber energi cepat. Fase ini kerap disebut sebagai “sugar withdrawal”.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Dalam rentang waktu sekitar 7 hingga 10 hari, tubuh mulai menyesuaikan diri. Energi menjadi lebih stabil karena kadar gula darah tidak lagi naik-turun secara drastis. Banyak orang melaporkan konsentrasi meningkat dan rasa lapar berkurang.
Setelah dua minggu atau lebih, manfaat yang dirasakan semakin jelas. Tubuh terasa lebih bugar, kualitas tidur membaik, dan berat badan mulai lebih terkontrol. Hal ini terjadi karena asupan kalori kosong dari gula cair berkurang secara signifikan.
Dari sisi metabolisme, berhenti mengonsumsi minuman manis juga berdampak positif pada kadar lemak darah. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih, terutama fruktosa, dapat meningkatkan kadar trigliserida yang berisiko terhadap penyakit kardiovaskular.
Menurut American Heart Association (AHA), asupan gula tambahan yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Dengan mengurangi minuman manis, risiko tersebut dapat ditekan secara bertahap.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan pembatasan konsumsi gula tambahan kurang dari 10 persen dari total asupan energi harian, bahkan idealnya di bawah 5 persen untuk manfaat kesehatan tambahan. Minuman manis disebut sebagai sumber utama gula tersembunyi.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) secara konsisten mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak. Mengganti minuman manis dengan air putih, infused water, atau teh tanpa gula menjadi langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....