Kenapa Luka Diabetes Sulit Sembuh? Ini Penjelasannya
- 24 Des 2025 20:33 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Luka pada penderita diabetes dikenal lebih sulit sembuh dibandingkan orang tanpa diabetes. Kondisi ini bukan sekadar mitos, melainkan berkaitan erat dengan gangguan fisiologis akibat tingginya kadar gula darah dalam waktu lama. Luka kecil sekalipun berisiko berkembang menjadi infeksi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Salah satu penyebab utama adalah hiperglikemia atau gula darah tinggi. Menurut American Diabetes Association (ADA), kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah kecil sehingga aliran darah ke area luka berkurang. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan menjadi terhambat.
Selain itu, penderita diabetes kerap mengalami gangguan sistem imun. Sel darah putih yang berperan melawan bakteri tidak bekerja optimal saat kadar gula darah tinggi. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, sehingga luka menjadi sulit kering dan sembuh.
Faktor lain yang berperan adalah neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat diabetes kronis. Neuropati menyebabkan penurunan sensasi nyeri, terutama di kaki. Banyak penderita tidak menyadari adanya luka karena tidak merasakan sakit, sehingga luka terlambat ditangani dan semakin parah.
Diabetes juga dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah dan regenerasi jaringan. Proses pembentukan kolagen serta jaringan baru berjalan lebih lambat, membuat fase penyembuhan luka memerlukan waktu lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa komplikasi kaki diabetik merupakan salah satu penyebab utama amputasi non-traumatik di dunia. Diperkirakan sekitar 15–25 persen penderita diabetes akan mengalami luka kaki selama hidupnya jika pengendalian penyakit tidak optimal.
Para ahli kesehatan menekankan pentingnya kontrol gula darah, perawatan luka yang tepat, serta pemeriksaan rutin, terutama pada area kaki. Edukasi pasien tentang kebersihan luka, penggunaan alas kaki yang aman, dan segera berkonsultasi ke tenaga medis menjadi langkah pencegahan yang krusial.
Dengan penanganan yang tepat dan disiplin dalam mengelola diabetes, risiko luka sulit sembuh sebenarnya dapat ditekan. Kesadaran sejak dini menjadi kunci agar luka tidak berkembang menjadi komplikasi serius yang mengancam kualitas hidup penderita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....