Terapi Berbasis Kucing Diklaim Efektif Atasi Gangguan Emosi

  • 20 Nov 2025 21:20 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Peran hewan peliharaan dalam menjaga kesehatan mental manusia kembali menjadi sorotan, terutama setelah sejumlah penelitian menegaskan manfaat terapeutik dari interaksi dengan kucing. Fenomena yang dikenal sebagai cat therapy atau pet-assisted therapy ini kini semakin populer karena terbukti mampu meredakan stres, kecemasan, hingga gejala depresi.

Sebuah riset yang dipublikasikan oleh Frontiers in Psychology pada 2022 mengungkapkan bahwa hanya dengan mengelus kucing selama beberapa menit, kadar hormon kortisol penyebab stres dapat menurun secara signifikan. Di saat yang sama, tubuh meningkatkan produksi serotonin, yaitu hormon yang berkaitan dengan perasaan bahagia.

Berbeda dengan anjing yang cenderung energik, kucing menawarkan ketenangan melalui perilaku lembut dan kehadiran yang menenangkan. Suara dengkuran khas mereka menjadi salah satu faktor penting. Penelitian dari University of Sussex menunjukkan bahwa frekuensi dengkuran kucing yang berada pada rentang 25–150 Hz mampu menurunkan tekanan darah, menstabilkan detak jantung, bahkan membantu mempercepat penyembuhan luka pada manusia.

Tak mengherankan jika berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris telah mengadopsi terapi menggunakan kucing di rumah sakit, panti jompo, hingga pusat rehabilitasi kesehatan mental. Metode ini dinilai efektif untuk pasien dengan PTSD, autisme, dan gangguan kecemasan sosial. Di Jepang sendiri, kafe kucing menjadi pelarian favorit para pekerja yang ingin “mengisi ulang” mental mereka. Cukup dengan duduk, bermain, atau mendengarkan dengkuran kucing selama beberapa jam, tingkat stres mereka terbukti menurun.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa terapi ini tidak cocok untuk semua orang. Individu yang memiliki alergi terhadap bulu kucing atau fobia terhadap hewan memerlukan pendekatan berbeda. Selain itu, kesejahteraan kucing harus menjadi prioritas. Hewan yang digunakan dalam terapi harus berada dalam kondisi sehat, nyaman, dan diperlakukan dengan penuh kasih.

Tentunya kucing bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi mitra emosional yang mampu membantu manusia menemukan kembali ketenangan batin. Dengan tatapan lembut dan dengkuran menenangkan, kucing hadir sebagai pelipur di tengah gaya hidup modern yang penuh tekanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....