Benarkah Orang Sakit Tak Boleh Dipaksa Makan?
- 15 Nov 2025 20:30 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Penurunan nafsu makan merupakan gejala umum pada banyak kondisi medis, mulai dari flu, demam, infeksi, hingga masalah pencernaan. Meski demikian, sebagian keluarga masih beranggapan bahwa orang sakit harus dipaksa makan agar cepat pulih. Padahal menurut para ahli kesehatan, memaksa orang sakit untuk makan justru dapat memperburuk kondisi tubuh dan memicu gejala tambahan.
Dokter spesialis penyakit dalam, seperti dikutip dari Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, menjelaskan bahwa ketika tubuh sedang melawan infeksi, sistem imun mengalihkan energi untuk proses penyembuhan. Hal ini dapat memengaruhi hormon ghrelin dan leptin dua hormon yang mengatur rasa lapar sehingga nafsu makan menurun secara alami.
Selain itu, memaksa makan saat tubuh belum siap dapat menimbulkan mual, muntah, perut kembung, hingga risiko aspirasi (makanan masuk ke saluran pernapasan). Johns Hopkins Medicine menegaskan bahwa kondisi ini bisa berbahaya, terutama pada pasien dengan demam tinggi atau infeksi berat yang membuat koordinasi menelan terganggu.
Dalam proses penyembuhan, tubuh sebenarnya lebih membutuhkan hidrasi dibandingkan makanan padat. Itulah sebabnya WHO dalam pedoman perawatan pasien infeksi menyarankan pemberian cairan hangat, air putih, atau sup bening sebagai langkah awal agar tubuh tetap terhidrasi tanpa membebani sistem pencernaan.
Meskipun demikian, bukan berarti pasien dibiarkan tanpa nutrisi sama sekali. Para ahli gizi menyarankan agar pemberian makanan dilakukan secara perlahan dengan porsi kecil namun sering, misalnya bubur, oatmeal, buah lembut, atau makanan tinggi cairan. Pola ini lebih aman dan mudah ditoleransi.
Ketika pasien sudah mulai membaik, tubuh akan mengirim sinyal lapar sebagai tanda bahwa sistem metabolisme kembali bekerja normal. Pada fase ini, makanan bergizi dengan protein, karbohidrat kompleks, dan vitamin sangat membantu mempercepat pemulihan.
Dalam kasus tertentu seperti demam berdarah, Covid-19, atau infeksi bakteri, dokter biasanya memberikan panduan makan sesuai kondisi pasien. Oleh karena itu, keluarga disarankan mengikuti arahan tenaga medis dan tidak mengambil keputusan sendiri, terutama saat pasien menunjukkan gejala berat atau kehilangan nafsu makan berkepanjangan.
Secara keseluruhan, dunia medis sepakat bahwa memaksa makan bukanlah solusi bagi orang sakit. Pendekatan yang lebih aman adalah menunggu kesiapan tubuh, memastikan cairan tubuh cukup, serta memberikan makanan lembut dan bergizi dalam porsi kecil hingga kondisi pasien membaik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....