Minuman Alkohol Bisa Picu Tekanan Darah Naik

  • 24 Okt 2025 15:29 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Minuman beralkohol dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, bahkan dalam jumlah kecil sekalipun.

Dilansir dari Drugs.com, penelitian yang dipublikasikan pada 22 Oktober 2025 di Journal of the American College of Cardiology menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi alkohol, sekecil apa pun, dapat menaikkan tekanan darah.

Para peneliti menegaskan bahwa berhenti minum atau sekadar mengurangi konsumsi alkohol dapat membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini juga berpotensi menekan risiko penyakit jantung dan stroke.

"Studi kami menunjukkan bahwa dalam hal tekanan darah, semakin sedikit Anda minum, semakin baik," kata peneliti utama Dr. Takahiro Suzuki, ahli jantung di Rumah Sakit Internasional St. Luke di Tokyo.

Ia menambahkan bahwa hasil penelitian tersebut menantang anggapan lama yang menyebut konsumsi alkohol ringan tidak berpengaruh besar terhadap tekanan darah. “Tidak mengonsumsi alkohol sama sekali ternyata lebih baik,” ujarnya dalam siaran pers.

Penelitian ini menganalisis hampir 360.000 data pemeriksaan kesehatan tahunan di St. Luke antara 2012 hingga 2024. Dari total tersebut, sekitar 59.000 peserta dibagi menjadi dua kelompok—peminum dan bukan peminum—untuk menilai efek perubahan kebiasaan minum terhadap tekanan darah.

Para peneliti menemukan bahwa penghentian konsumsi alkohol secara konsisten menurunkan tekanan darah pada pria maupun wanita. Wanita yang berhenti minum mengalami penurunan tekanan darah sistolik sekitar 0,8 mmHg dan diastolik 1,1 mmHg, sementara pria mencatat penurunan 1 mmHg dan 1,6 mmHg secara berurutan.

Sebaliknya, mereka yang mulai mengonsumsi alkohol justru menunjukkan peningkatan tekanan darah, tanpa memandang jenis minuman—baik bir, anggur, maupun minuman keras.

“Temuan ini menunjukkan bahwa penghentian alkohol, bahkan dalam kadar rendah, dapat mencegah atau mengobati hipertensi,” ujar Dr. Harlan Krumholz, profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Yale, yang turut meninjau hasil penelitian tersebut.

Ia menekankan pentingnya kesadaran publik untuk memahami bahwa batas aman konsumsi alkohol terhadap tekanan darah mungkin tidak ada sama sekali. Bahkan konsumsi ringan bisa membawa efek fisiologis yang signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....