Shilajit: Manfaat, Kandungan, Efek Samping, dan Harga

  • 21 Jun 2025 20:50 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo - Shilajit kini makin dikenal sebagai suplemen herbal yang diyakini dapat membantu meningkatkan energi dan kesuburan pria. Namun, penting memahami kandungan, efek, dan potensi risiko dari zat alami ini.

Shilajit merupakan resin berwarna hitam yang terbentuk secara alami di celah pegunungan tinggi seperti Himalaya. Proses pembentukannya melibatkan tekanan geologis dan perubahan suhu selama bertahun-tahun.

Zat ini kaya akan fulvic acid, dibenzo-α-pyrones, peptida, serta berbagai mineral penting. Kandungan tersebut menjadikan Shilajit memiliki aktivitas antioksidan, antidiabetes, dan adaptogenik.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Andrologia (Wiley, 2025) meneliti efek Shilajit terhadap tikus jantan yang mengalami disfungsi testis akibat diabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shilajit dapat meningkatkan kadar testosteron, memperbaiki jaringan testis, serta meningkatkan jumlah dan motilitas sperma.

Selain itu, penelitian yang sama juga mencatat penurunan kadar glukosa darah dan peningkatan sensitivitas insulin pada tikus yang diberi Shilajit. Efek tersebut dikaitkan dengan modulasi ekspresi gen terkait insulin dan peningkatan aktivitas antioksidan di dalam testis.

Meski menunjukkan potensi manfaat terapeutik, studi lain yang dimuat dalam jurnal Environmental Science and Pollution Research (Springer, 2024) mengungkapkan temuan berbeda terkait keamanan produk Shilajit. Penelitian ini menemukan bahwa beberapa produk Shilajit komersial mengandung logam berat beracun, seperti thallium.

Kandungan thallium dalam beberapa suplemen tercatat melebihi kadar alami dalam Shilajit mentah. Zat ini berpotensi terakumulasi di organ tubuh seperti hati, ginjal, dan sistem saraf, serta dapat memicu kerusakan sel dalam jangka panjang.

Penelitian tersebut juga menyebut bahwa sejumlah produk tidak mencantumkan informasi kandungan logam berat pada label kemasan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap konsumen yang tidak mengetahui risiko paparan toksin dari konsumsi jangka panjang.

Di pasar Indonesia, Shilajit tersedia dalam berbagai bentuk seperti kapsul, serbuk, dan resin padat. Harga bervariasi, mulai dari Rp150.000 hingga Rp500.000 tergantung pada tingkat kemurnian dan negara asal.

Meski banyak pihak mempromosikan Shilajit sebagai suplemen kesehatan, bukti ilmiah menunjukkan perlunya kehati-hatian, terutama dalam memilih produk yang aman. Pengawasan mutu dan uji laboratorium independen menjadi hal penting dalam menjamin keamanan konsumsi Shilajit.

Dengan khasiatnya yang menjanjikan dan bukti ilmiah yang mulai berkembang, Shilajit semakin mendapat tempat di dunia pengobatan komplementer. Meski demikian, selektif dan cermat tetap menjadi langkah utama dalam menjaga manfaat tetap aman.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....