Cacing Tambang yang Dapat Menyebar ke Manusia

  • 08 Feb 2025 17:45 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo - Cacing tambang zoonosis merupakan parasit yang umumnya hidup pada hewan seperti anjing dan kucing. Parasit ini dapat menyebar ke manusia melalui kulit dan menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai cutaneous larva migrans (CLM). Penyakit ini terjadi ketika larva cacing tambang masuk ke dalam kulit manusia yang tidak terlindungi, biasanya akibat kontak langsung dengan tanah atau pasir yang terkontaminasi kotoran hewan.

Dilansir dari www.cdc.gov, infeksi CLM terjadi ketika larva muda cacing tambang, yang disebut larva, masuk melalui kulit orang yang berjalan tanpa alas kaki atau duduk di tanah atau pasir yang terkontaminasi. Infeksi ini umumnya terjadi di daerah tropis dan subtropis, tempat larva cacing tambang anjing dan kucing dapat bertahan hidup di dalam tanah.

Gejala infeksi CLM meliputi rasa gatal parah dan munculnya garis merah pada kulit yang disebut trek, akibat larva yang menggali ke dalam kulit kaki atau tubuh seseorang. Gejala ini biasanya akan hilang setelah beberapa minggu ketika parasit mati. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa jenis cacing tambang dapat menginfeksi jaringan lebih dalam seperti usus, paru-paru, atau bahkan mata.

Faktor risiko utama dari penyakit ini adalah perjalanan ke daerah tropis, di mana cacing tambang banyak ditemukan di pantai atau tempat yang tanahnya terkontaminasi oleh kotoran hewan. Di Amerika Serikat, misalnya, cacing tambang lebih umum ditemukan di pantai Timur dibandingkan pantai Barat.

Cacing tambang menyebar melalui telur yang dikeluarkan oleh hewan yang terinfeksi dalam kotoran mereka. Telur tersebut menetas dan melepaskan larva cacing tambang ke dalam tanah atau pasir. Ketika seseorang berjalan atau duduk di area yang terkontaminasi, larva cacing tambang dapat menempel pada kulit dan menggali ke dalam tubuh.

Untuk mencegah infeksi, kita harus membuang kotoran hewan dengan cepat agar telur tidak menetas dan menyebar ke tanah. Selain itu, pastikan anjing dan kucing mendapatkan perawatan medis secara rutin, termasuk pemberian obat cacing jika diperlukan. Mengenakan sepatu dan menghindari kontak langsung dengan pasir atau tanah yang terkontaminasi juga merupakan langkah pencegahan yang penting, terutama jika kita bepergian ke daerah beriklim tropis atau subtropis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....