Gatal, Kenali Penyebab dan Tips Mengatasinya

  • 18 Okt 2024 01:54 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Gatal merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Keluhan ini sering kali hilang dengan sendirinya, tetapi terkadang dirasa cukup parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Gatal yang parah bisa menjadi tanda penyakit yang memerlukan penanganan oleh dokter.

Gatal pada kulit bisa muncul di bagian tubuh tertentu, seperti leher, siku, selangkangan atau kaki, tetapi bisa juga di seluruh tubuh. Kulit gatal terkadang muncul disertai dengan gejala lain, seperti ruam atau kemerahan di kulit dan bentol-bentol.

Rasa gatal yang muncul sesekali dan reda dengan sendirinya atau dengan penggunaan obat Pereda gatal (antihistamin) bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Namun, Anda perlu waspada bila keluhan gatal di kulit sering kambuh, memburuk, atau tidak membaik dengan penggunaan obat-obatan.

Gatal-gatal di kulit sering kali disebabkan oleh alergi, iritasi, dan gigitan seranggga. Selain itu, ada beberapa kondisi atau penyakit lain yang dapat menimbulkan keluhan gatal di kulit, antara lain:

1. Penyakit Kulit

Beberapa jenis penyakit kulit yang dapat menimbulkan rasa gatal adalah:

  • Eksim
  • Kudis atau skabies
  • Cacar
  • Kurap atau infeksi jamur
  • Psoriasis
  • Folikulitis
  • Biduran
  • Prurigo

Rasa gatal tersebut bisa dirasakan hanya di area kulit tertentu atau berbagai bagian tubuh. Selain gatal, penyakit kulit di atas juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti iritasi kulit, kemerahan, dan bintik-bintik pada kulit.


2. Kulit Kering

Pemilik tipe kulit kering sering kali merasakan gatal. Kulit yang kering biasanya terjadi karena kekurangan minyak alami (sebum) yang berfungsi untuk melembapkan kulit.

Kulit kering bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti sering menggunakan sabun atau produk perawatan kulit berbahan kimia keras, kelembapan udara rendah, mandi terlalu lama, mandi dengan air panas, dan terlalu lama berada dalam ruangan ber-AC.

Selain itu, kulit kering juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu, misalnya eksim atau dermatitis atopik.


3. Gangguan Saraf

Kulit gatal yang tidak kunjung sembuh atau menetap dalam waktu lama bisa disebabkan oleh gangguan saraf. Beberapa jenis penyakit saraf yang bisa menyebabkan gatal-gatal adalah neurodermatitis, herpes zoster, multiple sclerosis, dan stroke.

Selain itu, komplikasi diabetes, seperti neuropati diabetik, juga bisa menyebabkan gatal-gatal.


4. Penyakit Sistemim

Gatal-gatal juga bisa disebabkan oleh penyakit sistemik atau gangguan di organ tubuh. Ada beberapa jenis penyakit yang bisa menyebabkan keluhan kulit gatal, antara lain:

  • Penyakit hati, seperti hepatitis dan sirosis
  • Gangguan pada aliran empedu atau kolestasis
  • Penyakit celiac
  • Anemia defisiensi besi
  • Gagal ginjal
  • Gangguan tiroid, misalnya hipertiroidisme
  • Diabetes
  • Kanker, seperti leukemia dan limfoma
  • Penyakir autoimun


5. Reaksi alergi atau iritasi terhadap bahan terhentu

Alergi merupakan salah satu penyebab umum munculnya keluhan gatal-gatal di kulit. Reaksi alergi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap benda atau zat tertentu yang menjadi pencetus alergi (alergen).

Faktor pencetus alergi bisa bermacam-macam, mulai dari bahan kimia dalam sabun atau kosmetik, polusi, debu, asap rokok, hingga makanan atau obat-obatan tertentu, termasuk obat herbal.


6. Perubahan hormon saat hamil

Saat hamil, sebagian wanita merasakan gatal di bagian perut, lengan, paha, dan payudara karena perubahan hormon. Rasa gatal ini umumnya akan reda dengan sendirinya setelah melahirkan.

Selain beberapa hal di atas menopause juga bisa menimbulkan rasa gatal di kulit. Hal ini dikarenakan penurunan kadar hormon pada orang yang memasuki masa menopause. Selain itu, kondisi psikologis tertentu, seperti stres berat, depresi, atau gangguan kecemasan, juga bisa menimbulkan rasa gatal di kulit.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....