Hindari Konsumsi Teh Setelah Makan, Ini Alasannya

  • 02 Jun 2024 22:32 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Minum teh, baik es teh ataupun teh hangat setelah makan menjadi salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian orang. Meskipun terdengar biasa saja, ternyata meminum teh setelah makan bukan hal baik bagi tubuh. oleh karena itu, penting untuk memilih waktu yang tepat meminum teh agar bisa mendapatkan khasiat maksimalnya.

Dirangkum dari halodoc.com alasan mengapa minum teh setelah makan berbahaya bagi kesehatan, antara lain:

1. Menghambat Penyerapan Zat Besi pada Tubuh

Banyak penelitian yang menganjurkan untuk tidak meminum teh setelah makan. Salah satunya seperti penelitian yang dipublikasikan Critical reviews in food science and nutrition berjudul Effect of tea and other dietary factors on iron absorption. Sebab, kandungan asam fitat yang ada pada teh dapat mengacaukan penyerapan zat gizi pada tubuh. Perlu diketahui bahwa setelah makan, tubuh akan bertugas untuk mencerna dan menyerap seluruh manfaat dari makanan yang dikonsumsi.

Sayangnya, interaksi antara asam fitat yang ada dalam teh disebut dapat menghambat penyerapan zat besi (Fe), seng (Zn) dan Magnesium (Mg). Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan orang tersebut akan mengalami anemia atau kekurangan zat besi. Alih-alih minum teh, para peneliti lebih menyarankan untuk banyak minum air putih termasuk setelah makan. Sebab air putih telah terbukti dapat membantu proses pencernaan makanan.

Selain itu, sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, sehingga penting untuk memastikan kebutuhan air dalam tubuh tercukupi. Selain air putih, kamu juga bisa mengonsumsi jus buah yang banyak mengandung vitamin C. Sebab, minuman tersebut dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Namun, pastikan untuk menghindari jus buah yang mengandung gula. Tujuannya agar dapat terhindar dari gangguan kesehatan yang tidak diinginkan, seperti gigi berlubang hingga meningkatnya kadar gula dalam darah dan obesitas.

2. Memicu Terjadinya Konstipasi

Teh memiliki kandungan senyawa tanin di dalamnya. Nah, karena kandungan tersebut, mengonsumsi teh setelah makan dikhawatirkan dapat memicu terjadinya konstipasi atau diare. Sebab, salah satu manfaat dari tanin pada teh adalah bersifat anti diare. Senyawa tersebut bekerja dengan cara mengumpulkan protein di sekitarnya.

3. Memicu Peningkatan Asam Lambung pada Perut

Teh yang diminum setelah makan diduga berpotensi menjadi katalis yang dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Nah, asam lambung berlebih pada perut diketahui dapat memicu berbagai masalah saluran cerna seperti gastritis dan GERD.

Kendati demikian, menurut studi berjudul Association between tea consumption and gastroesophageal reflux disease yang dipublikasikan pada 2019 silam, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi teh dan risiko GERD secara keseluruhan. Namun, dalam analisis subkelompok, minum teh memang benar adanya dapat meningkatkan risiko GERD. Oleh sebab itu, penelitian lebih lanjut tentunya masih diperlukan untuk benar-benar memastikannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....