Peneliti Temukan Spesies Cicak Baru di Taman Nasional Meru Betiri

  • 03 Okt 2026 14:41 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID ,Gorontalo - Tim peneliti mengidentifikasi spesies cecak jari lengkung baru dari genus Cyrtodactylus di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. Spesies tersebut diberi nama ilmiah Cyrtodactylus merubetiriensis, yang merujuk pada lokasi ditemukannya cecak tersebut.

Penemuan ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah lembaga dan peneliti, di antaranya Balai Taman Nasional Meru Betiri dan Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Penelitian lapangan dilakukan secara intensif pada Oktober hingga November 2025. Para peneliti kemudian melakukan serangkaian analisis untuk memastikan status taksonomi cecak yang ditemukan.

Hasil penelitian tersebut akhirnya dipublikasikan dalam jurnal internasional Zootaxa, Volume 5884, edisi 25 September 2026. Publikasi ini sekaligus memperkuat bukti ilmiah bahwa populasi cecak di kawasan Meru Betiri merupakan spesies yang berbeda dari jenis Cyrtodactylus yang telah dikenal sebelumnya.

Cyrtodactylus merubetiriensis merupakan cecak berukuran sedang. Berdasarkan pengukuran morfologi, panjang tubuh dari ujung moncong hingga bagian belakang tubuh atau snout-vent length (SVL) pada jantan dewasa dapat mencapai 73,1 milimeter. Sementara pada betina, panjang tubuhnya mencapai sekitar 71,6 milimeter.

Spesies ini diketahui hidup di kawasan hutan Taman Nasional Meru Betiri dengan habitat pada ketinggian sekitar 20 hingga 680 meter di atas permukaan laut. Rentang habitat tersebut menunjukkan bahwa cecak ini dapat ditemukan mulai dari kawasan dataran rendah hingga wilayah perbukitan di dalam kawasan konservasi.

Sebelum ditetapkan sebagai spesies baru, cecak tersebut sempat diidentifikasi sebagai Cyrtodactylus marmoratus. Namun, penelitian lebih lanjut dengan menggabungkan pengamatan morfologi dan analisis DNA menemukan sejumlah perbedaan yang signifikan antara populasi Meru Betiri dan spesies tersebut.

Salah satu pembeda penting terlihat dari jarak genetik. Temuan ini kemudian menjadi bagian dari dasar ilmiah bagi peneliti untuk menetapkan populasi cecak dari Meru Betiri sebagai spesies tersendiri, yakni Cyrtodactylus merubetiriensis.

Penemuan tersebut menambah daftar keanekaragaman hayati yang diketahui terdapat di Taman Nasional Meru Betiri sekaligus menunjukkan pentingnya penelitian dan pemantauan terhadap berbagai jenis satwa di kawasan konservasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....