Lima Buah dengan Biji yang Kaya Manfaaf
- 29 Sep 2026 10:42 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Biji buah yang selama ini sering dibuang ternyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Biji pepaya, semangka, kurma, nangka, dan anggur mengandung sejumlah zat gizi maupun senyawa bioaktif yang menarik perhatian dalam penelitian pangan dan kesehatan. Namun, manfaat tersebut perlu dipahami secara proporsional karena tidak semua klaim kesehatan telah dibuktikan melalui penelitian klinis berskala besar.
Biji pepaya menjadi salah satu yang paling banyak diteliti. Beberapa penelitian menemukan adanya senyawa dengan aktivitas antimikroba pada ekstrak biji pepaya. Bahkan, sebuah uji klinis awal terhadap 60 anak di Nigeria menemukan bahwa campuran biji pepaya kering dan madu berkaitan dengan pembersihan parasit usus pada lebih banyak peserta dibandingkan kelompok madu saja. Meski demikian, penelitian tersebut masih berskala kecil sehingga diperlukan penelitian lebih besar sebelum biji pepaya dianggap sebagai pengobatan standar.
Berikutnya adalah biji semangka. Bagian yang biasanya dibuang ini ternyata mengandung protein, lemak, serta sejumlah mineral, termasuk magnesium dan seng. Penelitian mengenai tepung biji semangka menemukan kandungan protein sekitar 20,5 persen, magnesium sekitar 1,54 gram per kilogram bahan kering dan seng sekitar 25,2 miligram per kilogram. Magnesium berperan dalam berbagai proses tubuh, sementara seng penting bagi fungsi normal sistem kekebalan tubuh.
Biji kurma juga dapat dimanfaatkan setelah melalui proses pengolahan, termasuk disangrai dan dijadikan minuman. Penelitian pada 2025 menemukan bahwa minuman dari biji kurma mengandung berbagai senyawa polifenol dan menunjukkan aktivitas antioksidan. Menariknya, penelitian tersebut juga menemukan bahwa tingkat pemanggangan memengaruhi kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan; pemanggangan ringan cenderung mempertahankan kandungan tersebut lebih baik dibandingkan pemanggangan yang lebih gelap.
Sementara itu, biji nangka memiliki potensi sebagai sumber pangan yang mengandung pati, protein dan serat. Salah satu penelitian menemukan biji nangka mengandung sekitar 4,7 persen protein, 11,1 persen serat pangan dan 8 persen pati resisten berdasarkan berat segar. Kandungan serat dapat membantu memberikan rasa kenyang dan menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan pencernaan. Biji nangka juga telah diteliti untuk dikembangkan menjadi tepung dan berbagai produk pangan.
Adapun biji anggur dikenal mengandung berbagai senyawa polifenol. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji dan kulit anggur memiliki aktivitas antioksidan, sementara penelitian pada manusia mengenai ekstrak biji anggur menunjukkan hasil yang masih beragam terhadap sejumlah penanda kesehatan jantung. Karena itu, istilah seperti “membuat awet muda” lebih tepat dipahami sebagai klaim populer mengenai antioksidan, bukan bukti bahwa mengonsumsi biji anggur dapat menghentikan proses penuaan.
Pemanfaatan biji buah juga memiliki sisi lingkungan. Tinjauan ilmiah mengenai biji buah menyebutkan bahwa bagian yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat mengandung serat, mineral, lemak dan berbagai senyawa bioaktif sehingga berpotensi dikembangkan menjadi bahan pangan bernilai tambah. Artinya, pemanfaatan biji bukan hanya berkaitan dengan kandungan gizinya, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah pangan dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....