Mahasiswa KKN UNG Kembangkan Pekarangan Produktif di Reksonegoro
- 19 Sep 2026 22:17 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pekarangan rumah warga di Desa Reksonegoro, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, mulai dikembangkan menjadi lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Program tersebut digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik II Universitas Negeri Gorontalo melalui pemanfaatan lahan di Dusun Under milik Harjono Suronoto atau yang akrab disapa Joko.
Kegiatan di Desa Reksonegoro ini turut didampingi oleh empat Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Syafriyani, Heryati, Nur Mutmainnah, dan Teuku Muhammad Al-Aiyubi. Kegiatan berlangsung sejak 12 hingga 15 September 2026 dan masih dilanjutkan melalui perawatan tanaman hingga saat ini.
Koordinator Desa KKN Tematik II UNG, Fairiski Sabihi, mengatakan pemilihan pekarangan tersebut berdasarkan rekomendasi pemerintah desa karena dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan keluarga.
Menurut Fairiski, mahasiswa tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga berupaya membuat pekarangan percontohan yang dapat menjadi gambaran bagi masyarakat dalam mengoptimalkan lahan di sekitar rumah.
Pengolahan lahan dimulai dengan membersihkan area, menggemburkan tanah, membuat bedengan dan memberikan pupuk kandang sapi yang diperoleh dari lingkungan sekitar rumah Joko.
“Pada tahap awal, mahasiswa membuat tiga bedengan berukuran sekitar 8 x 1 meter untuk tanaman kangkung dan dua bedengan berukuran sekitar 3 x 1 meter untuk kacang Panjang,” ucap Fairiski Sabihi.
Area pekarangan juga ditanami mentimun yang ditanam langsung dari biji ke tanah. Selain itu, mahasiswa melakukan penyemaian pakcoy menggunakan empat tray dengan total 512 lubang tanam.
Media semai pakcoy menggunakan campuran pupuk kandang sapi dan sekam sebelum benih ditanam dan dirawat hingga siap dipindahkan ke lahan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN turut melibatkan Joko sebagai pemilik pekarangan serta Senen Hadji Ali, warga Desa Reksonegoro yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan pekarangan produktif.
Pengetahuan warga tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk memperkaya proses pengolahan lahan dan penanaman, sehingga kegiatan tidak hanya mengandalkan pengetahuan dari lingkungan kampus.
Keterlibatan pemilik lahan dan warga juga menjadi bagian penting agar pengelolaan pekarangan dapat terus berjalan setelah program KKN berakhir.
Hingga 19 September 2026, tanaman kangkung dan pakcoy mulai menunjukkan pertumbuhan. Sementara mentimun, kacang panjang dan kacang tanah masih berada dalam tahap pertumbuhan awal.
Fairiski mengatakan perawatan dilakukan secara berkelanjutan bersama pemilik pekarangan agar lahan percontohan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan penanaman selama mahasiswa berada di desa.
Pekarangan produktif ini diharapkan dapat menjadi contoh yang bisa dipelajari masyarakat dan diterapkan sesuai kondisi lahan masing-masing, terutama untuk memenuhi kebutuhan sayuran keluarga.
Program tersebut sekaligus mendorong pemanfaatan lahan yang selama ini belum digunakan secara optimal menjadi ruang produksi pangan sederhana di lingkungan rumah.
Mahasiswa KKN Tematik II UNG berharap pengembangan pekarangan produktif dapat dilanjutkan masyarakat setelah masa KKN selesai, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan mahasiswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....