Mengapa Letusan Krakatau 1883 Begitu Dahsyat

  • 17 Sep 2026 13:14 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Mengapa letusan Krakatau pada tahun 1883 bisa menghasilkan ledakan yang begitu luar biasa?

Jawabannya bukan hanya karena Krakatau adalah gunung api aktif.

Ada sejumlah proses geologi yang membuat tekanan di dalam gunung tersebut akhirnya dilepaskan dalam sebuah letusan yang sangat eksplosif.

Salah satu faktor penting adalah jenis magma yang berada di dalam sistem vulkanik Krakatau.

Menurut kajian USGS, material yang berkaitan dengan letusan besar Krakatau mengandung magma yang relatif kaya silika dan lebih kental. Magma seperti ini cenderung menahan gas vulkanik, berbeda dengan magma yang lebih encer yang memungkinkan gas keluar dengan lebih mudah.

Bayangkan sebuah botol minuman bersoda yang dikocok, ketika tekanan dilepaskan, gas yang sebelumnya terperangkap akan mengembang dengan cepat. Hal serupa terjadi di dalam gunung api, Ketika magma naik menuju permukaan, tekanan di sekitarnya semakin berkurang.

Gas yang terlarut di dalam magma kemudian membentuk gelembung. Karena magma Krakatau relatif kental, gas tersebut sulit keluar, tekanan pun terus meningkat.

Penelitian USGS juga menemukan indikasi bahwa pencampuran dua jenis magma terjadi sebelum letusan 1883. Magma yang lebih panas dapat berinteraksi dengan magma yang lebih kaya silika dan lebih kental.

Proses tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang membantu memicu letusan besar, meskipun mekanisme pastinya masih menjadi kajian para ilmuwan.

Kemudian, letusan berlangsung dalam skala yang sangat besar.

Dalam sekitar 23 jam rangkaian klimaks letusan, lebih dari 12 kilometer kubik material vulkanik terlontar. Kolom erupsi membumbung hingga lebih dari 30 kilometer ke atmosfer,

Tetapi ada satu faktor lain yang membuat bencana Krakatau semakin besar.

Krakatau merupakan pulau vulkanik di Selat Sunda, ketika gunung mengalami kehancuran dan sebagian struktur vulkaniknya runtuh, air laut dalam jumlah sangat besar terdorong dan bergerak secara tiba-tiba.

Peristiwa inilah yang menghasilkan tsunami dahsyat yang kemudian menerjang pesisir Banten dan Lampung.

Jadi, kedahsyatan Krakatau 1883 merupakan gabungan dari magma yang sangat eksplosif, gas bertekanan tinggi, proses pencampuran magma, keluarnya material vulkanik dalam jumlah sangat besar,.

Juga terjadin runtuhnya struktur gunung yang memicu tsunami.

Ledakannya bahkan menghasilkan gelombang tekanan atmosfer yang tercatat jauh dari Indonesia, Suaranya dilaporkan terdengar hingga ribuan kilometer dari Krakatau.

Krakatau kemudian meninggalkan sebuah kaldera besar, sementara sebagian besar tubuh pulau tempat gunung itu berdiri telah runtuh dan hilang.

Peristiwa 1883 menunjukkan bahwa sebuah letusan gunung api tidak hanya merupakan ledakan dari dalam bumi.

Ketika magma, gas, laut, dan runtuhnya struktur gunung terjadi dalam satu rangkaian peristiwa, dampaknya dapat menjadi bencana yang menjangkau jauh melampaui sumber letusan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....