Guru Matematika Gorontalo Didorong Ciptakan Media Belajar Berbasis AI

  • 13 Sep 2026 21:21 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • MGMP Matematika SMA Provinsi Gorontalo menyelenggarakan program NGOPI MAT Episode 1 untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan teknologi digital.
  • Program ini fokus pada pelatihan penciptaan media pembelajaran interaktif menggunakan Google Apps Script dan Artificial Intelligence (Gemini AI).
  • Acara dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2026, pukul 08.30-14.00 WITA di Amaris Cafe and Resto, Gorontalo, dengan tujuan mengubah guru menjadi kreator konten digital, bukan hanya pengguna teknologi.

RRI.CO.ID, GORONTALO — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA Provinsi Gorontalo mendorong guru untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan media pembelajaran digital yang interaktif dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Upaya tersebut dilakukan melalui NGOPI MAT Episode 1 bertema “Ngulik Media Interaktif dengan Google Apps Script × Gemini AI”, yang dilaksanakan Minggu, 13 September 2026, pukul 08.30 hingga 14.00 WITA di Amaris Cafe and Resto, Jl. H.B. Yasin (eks Jl. Agus Salim), Gorontalo.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 22 peserta, yang merupakan guru matematika dari berbagai wilayah di Provinsi Gorontalo, termasuk Gorontalo Utara, Boalemo, Bone Bolango dan daerah sekitarnya. Sejumlah guru dari jenjang SMA Sederajat dan SMP juga turut bergabung dalam kegiatan tersebut.

Ketua MGMP Matematika SMA Provinsi Gorontalo, Nangsy Igirisa, M.Pd., mengatakan workshop tersebut dilatarbelakangi kebutuhan guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya AI.

Menurut Nangsy, guru diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

“Kami ingin guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik dan interaktif,” ujar Nangsy.

Sementara itu, Rahmat Djafar, S.Pd., guru matematika SMA IT Al-Ishlah, dipercaya sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Rahmat memiliki pengalaman dalam pengembangan konten pembelajaran digital dan telah mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi di bidang tersebut.

Rahmat juga merupakan salah satu peserta yang lolos kurasi konten dalam Ruang Murid pada ajang Modular Summit yang digelar di Cibubur pada Agustus 2026. Dari tujuh konten yang dibuat, lima di antaranya telah terbit di Ruang Murid dan dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan MGMP Matematika SMA Provinsi Gorontalo dalam menghadirkan Rahmat sebagai pemateri untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada para guru.

Dalam pemaparannya, Rahmat menjelaskan bahwa peserta diperkenalkan pada proses pembuatan media pembelajaran digital mulai dari tahap perancangan hingga menghasilkan media yang dapat digunakan siswa.

Melalui Gemini AI, guru dapat memberikan perintah atau prompt untuk membuat media pembelajaran interaktif, laboratorium virtual, maupun permainan edukatif. Hasil tersebut kemudian dapat dikembangkan menggunakan HTML dan Google Apps Script sebagai bagian dari sistem aplikasi.

Setelah kode diintegrasikan ke dalam Google Apps Script dan dilakukan deploy, guru dapat memperoleh tautan yang selanjutnya dibagikan kepada siswa.

Rahmat mengatakan, pendekatan tersebut diharapkan dapat mengubah anggapan bahwa pembuatan media pembelajaran digital merupakan sesuatu yang rumit dan membutuhkan biaya besar.

“Kami ingin mengubah anggapan bahwa membuat media pembelajaran interaktif berbasis digital selama ini dianggap sebagai hal yang rumit atau mahal bagi guru,” katanya.

Salah satu peserta, Adrianti Napu, S.Pd., guru SMA Negeri 2 Gorontalo, mengatakan dirinya tertarik mengikuti kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi dan AI dalam pembelajaran matematika.

Menurut Adrianti, Google Apps Script dan Gemini AI memiliki peluang besar untuk membantu guru membuat berbagai bentuk media pembelajaran, seperti kuis, latihan soal, simulasi, dan permainan edukatif secara lebih cepat dan praktis.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembelajaran sehingga proses belajar matematika menjadi lebih interaktif dan menarik bagi siswa.

Sementara itu, Youlanda, S.T., M.Pd., Widyaiswara Ahli Muda KGTK Provinsi Gorontalo, dalam sambutannya mengatakan pengembangan media pembelajaran melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan guru dalam membuat aplikasi.

Menurut Youlanda, ke depan pengembangan media perlu diarahkan pada bagaimana matematika dapat berfungsi, bermanfaat, dan digunakan dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, fisika, dan kimia.

Ia juga berharap praktik baik yang dikembangkan MGMP Matematika dapat memberikan dampak lebih luas, tidak hanya bagi guru jenjang SMA, tetapi juga jenjang pendidikan lainnya.

Selain itu, pengembangan media pembelajaran diharapkan dapat diarahkan pada penguatan literasi matematika, sehingga menghasilkan sumber belajar yang dapat membantu siswa belajar secara mandiri.

Nangsy Igirisa menambahkan, MGMP berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah workshop. Guru diharapkan mencoba menerapkan hasil pelatihan di sekolah dan kemudian berbagi pengalaman serta hasilnya melalui MGMP di wilayah masing-masing.

Dengan demikian, pemanfaatan Gemini AI dan Google Apps Script tidak hanya menjadi keterampilan individu guru, tetapi dapat berkembang menjadi praktik baik yang dibagikan dan dimanfaatkan secara lebih luas dalam dunia pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....