Pilih Gelas Aman, Jangan Asal Pakai
- 14 Sep 2026 08:57 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Memilih gelas untuk minum sehari-hari ternyata bukan hanya soal bentuk, harga, atau tampilan. Bahan pembuat gelas juga perlu diperhatikan karena wadah tersebut bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Prinsip utamanya adalah memilih wadah yang sesuai peruntukan, berkualitas baik, mudah dibersihkan, dan dalam kondisi tidak rusak.
Gelas kaca menjadi salah satu pilihan yang praktis untuk penggunaan sehari-hari. Kaca pada umumnya memiliki permukaan yang mudah dibersihkan dan tidak mudah menyerap bau. Untuk minuman panas, penggunaan kaca tetap perlu memperhatikan jenis gelas karena perubahan suhu yang ekstrem dapat menyebabkan kaca tertentu mengalami kerusakan atau pecah.
Pilihan berikutnya adalah gelas kaca tebal yang umumnya lebih kokoh untuk penggunaan harian. Meski demikian, ketebalan bukan satu-satunya ukuran keamanan. Kondisi gelas, kualitas bahan, serta kesesuaian produk dengan suhu minuman tetap harus diperhatikan, terutama ketika digunakan untuk kopi, teh, atau minuman panas lainnya.
Stainless steel juga banyak digunakan sebagai wadah minuman karena kuat dan tidak mudah pecah. Namun, konsumen sebaiknya memastikan produk memang diperuntukkan bagi kontak dengan makanan atau minuman, misalnya mencantumkan keterangan food grade. Prinsip ini sejalan dengan standar keamanan bahan yang bersentuhan dengan pangan, karena material wadah dapat memiliki kemungkinan berpindah atau bermigrasi ke makanan dalam kondisi tertentu.
Sementara itu, gelas atau cangkir keramik juga dapat digunakan selama kondisinya baik dan lapisan permukaannya tidak rusak atau terkelupas. Perhatian terhadap kualitas lapisan menjadi penting karena bahan tertentu pada keramik atau peralatan makan dapat menjadi sumber paparan unsur kimia apabila tidak memenuhi ketentuan keamanan. FDA, misalnya, memiliki batasan khusus terkait kandungan timbal pada peralatan keramik yang digunakan bersentuhan dengan makanan.
Bagaimana dengan gelas plastik? Bukan berarti seluruh produk plastik otomatis berbahaya. Keamanan plastik sangat bergantung pada jenis material, peruntukan, kualitas produk, serta cara penggunaannya. Kementerian Kesehatan mengingatkan agar masyarakat menghindari penggunaan wadah plastik yang tidak tahan panas untuk memanaskan makanan, dan menyarankan penggunaan wadah kaca, stainless steel, atau keramik tahan panas untuk kebutuhan tersebut.
Hal lain yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa semua plastik pasti mengandung BPA dan otomatis membahayakan kesehatan. BPA memang dapat digunakan pada jenis plastik tertentu dan sejumlah bahan kemasan pangan, tetapi keamanan suatu produk tidak cukup dinilai hanya dari ada atau tidaknya BPA. FDA menjelaskan bahwa penilaian bahan yang bersentuhan dengan pangan mempertimbangkan kemungkinan migrasi bahan tersebut ke makanan serta tingkat paparannya.
Pada akhirnya, memilih gelas yang aman bukan berarti harus selalu membeli jenis tertentu, melainkan memahami karakter bahan dan menggunakannya sesuai peruntukan. Gelas yang bersih, tidak retak, tidak terkelupas, dan memang dibuat untuk kontak dengan makanan atau minuman merupakan pilihan yang lebih bijak. Khusus minuman panas, hindari wadah yang tidak dirancang untuk suhu tinggi dan jangan menggunakan wadah plastik tipis sekali pakai secara berulang untuk keperluan yang tidak sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....