Cornservasi 2026 Perkuat Pertanian Regeneratif Gorontalo

  • 25 Agt 2026 17:59 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID.GORONTALO — Komitmen mengembangkan pertanian yang regeneratif, produktif, adaptif, dan berkelanjutan terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan petani. Komitmen tersebut tercermin dalam Festival Pertanian Regeneratif 2026 bertajuk “Cornservasi 2026: Slope Cornservation Capacity Building and Community Development” yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Cornservasi 2026 merupakan hasil kolaborasi Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Ichsan Gorontalo, dan Syngenta. Kegiatan ini memperkenalkan berbagai aspek teknis budidaya jagung konservasi di lahan miring kepada petani, mulai dari pengelolaan lahan, penerapan teknologi budidaya, pemeliharaan produktivitas, hingga penerapan praktik pertanian yang mendukung keberlanjutan sumber daya lahan.

Dukungan terhadap kegiatan yang diinisiasi perguruan tinggi, khususnya yang berkaitan dengan inovasi dan modernisasi pertanian, menjadi bagian dari komitmen BRMP Gorontalo dalam memperkuat pembangunan pertanian di daerah.

“BRMP Gorontalo berkomitmen untuk terus membangun dan memperkuat kolaborasi dengan Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan seperti Cornservasi ini sangat strategis karena mempertemukan akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan petani dalam satu ruang pembelajaran serta pengembangan inovasi,” ujar Ardi Praptono, SP., M.Agr.

Kolaborasi BRMP Gorontalo dan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mencakup pertukaran pengetahuan, tetapi juga pengkajian dan penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Pengembangan demplot atau living lab, peningkatan kapasitas petani dan penyuluh, serta diseminasi inovasi pertanian menjadi sejumlah aspek yang dapat diperkuat melalui sinergi tersebut.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi maupun BRMP diharapkan dapat lebih cepat diterapkan di lapangan. Berbagai kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi petani juga dapat menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi, sehingga teknologi yang dihasilkan lebih sesuai dengan kondisi lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....