S3 Manajemen UBM Jadi Program Doktor PTS Pertama di LLDIKTI XVI

  • 08 Agt 2026 14:33 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo mencatat sejarah baru dengan menghadirkan Program Doktor (S3) Manajemen sebagai program doktor pertama di perguruan tinggi swasta di bawah LLDIKTI Wilayah XVI. Kehadiran program ini dinilai menjadi capaian penting dalam penguatan akses pendidikan tinggi jenjang doktoral di Gorontalo.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak kepada RRI mengatakan, pihaknya mengapresiasi capaian UBM Gorontalo yang dinilai menunjukkan transformasi kelembagaan dan tata kelola akademik yang semakin baik. Ia menjelaskan, perkembangan UBM Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan transformasi yang cukup pesat. Setelah proses penggabungan pada 2019, UBM kemudian menghadirkan program magister pada 2023 dan dalam waktu kurang dari tiga tahun mampu membuka program Doktor.

“Kami sangat senang karena ini merupakan capaian salah satu PTS di Wilayah XVI, khususnya di Gorontalo. Ini merupakan program doktor pertama di perguruan tinggi swasta yang ada di Wilayah XVI,” kata Munawir kepada RRI seusai launching Program Doktor S3 Manajemen Pascasarjana UBM Gorontalo, Sabtu 8 Agustus 2026

Menurut Munawir, capaian tersebut menjadi indikator bahwa UBM Gorontalo memiliki tata kelola akademik, rekam jejak kelembagaan, serta kualifikasi dosen yang mampu memenuhi persyaratan penyelenggaraan pendidikan doktor.

“Ini merupakan indikasi bahwa UBM memiliki tata kelola akademik yang baik, rekam jejak yang baik, kemudian kualifikasi dan karier dosen yang baik sehingga Kementerian memberikan kepercayaan kepada UBM untuk menyelenggarakan program doktor bidang manajemen,” ucapnya

Munawir berharap keberadaan Program S3 Manajemen dapat memperluas akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan doktoral tanpa harus meninggalkan Gorontalo. Ia menyebut rasio penduduk Indonesia yang bergelar doktor masih rendah dibandingkan sejumlah negara tetangga. Ia menambahkan, UBM Gorontalo juga berpeluang menarik calon mahasiswa dari daerah sekitar, seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Namun, pada tahap awal penerimaan mahasiswa dibatasi hanya 10 orang untuk menjaga kualitas penyelenggaraan program.

“Dengan kehadiran program doktor di Gorontalo ini, semakin banyak alternatif bagi masyarakat untuk melanjutkan jenjang yang lebih tinggi. Tidak mesti keluar kota ke Jawa, bisa di Gorontalo,” tambah Kepala LLDIKTI

Munawir menjelaskan, keterbatasan jumlah guru besar menjadi salah satu pertimbangan pembatasan kuota tersebut. Saat ini UBM memiliki dua guru besar, sehingga penguatan sumber daya dosen menjadi bagian penting dalam pengembangan program doktor ke depan.

“Kalau nanti guru besarnya meningkat terus, maka jumlah mahasiswa pun bisa kita tingkatkan. Jadi masalah keterbatasan guru besar yang baru dua, sehingga dibatasi 10. Kalau nanti semakin banyak profesor, semakin banyak pula kekuatan yang bisa kita tingkatkan,” tambahnya.

Sementara itu, Guru Besar Tetap UBM Gorontalo, Prof. Basri Modding menilai, pembukaan Program S3 Manajemen merupakan lompatan besar bagi UBM Gorontalo yang usianya relatif masih muda. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara yayasan, rektorat, dan seluruh civitas akademika.

“Launching Program Doktor S3 Manajemen di UBM Gorontalo tahun ini menjadi lompatan yang luar biasa. Dengan usia yang masih muda sudah bisa membuka Program S3 dan ini menandakan adanya sinergitas dan kolaborasi yang baik,” kata Basri

Basri berharap program doktor tersebut mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, dunia industri, maupun sektor usaha. Ia menilai bidang manajemen memiliki cakupan yang luas sehingga dapat menjadi ruang pengembangan keilmuan dari berbagai disiplin.

Sementara itu, Ketua Tim Pengusul Pembukaan Program Studi S3 Manajemen, Dr. Sudarsono, mengatakan proses pengajuan program doktor telah dilakukan sejak 21 Mei 2025. Proses tersebut berlangsung cukup panjang karena tim harus menyesuaikan berbagai regulasi Kementerian yang mengalami perubahan.

“Tidak mudah. Kami melewati berbagai regulasi dari Kementerian yang berubah-ubah. Awalnya kami bisa menggunakan guru besar yang dipinjam dari institusi lain, ternyata kemudian berubah dan harus menggunakan guru besar tetap,” kata Sudarsono.

Setelah melalui sejumlah perbaikan dan pemenuhan persyaratan, izin penyelenggaraan Program S3 Manajemen UBM Gorontalo akhirnya diterbitkan pada 7 Juli 2026. Sudarsono menegaskan, setelah memperoleh izin, pihaknya langsung mempersiapkan instrumen peningkatan mutu dan akreditasi agar program doktor tersebut dapat berkembang menuju predikat unggul. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....