Bahasa Gorontalo Dikembangkan Lewat Kajian Ortografi
- 04 Agt 2026 12:05 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Gorontalo Utara, Thamrin Sirajuddin, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Need Analysis Penelitian Pengembangan Panduan Ortografi Bahasa Gorontalo Berbasis Kajian Variasi Linguistik dan Strategi Normalisasi Partisipatif di Perpustakaan Daerah Kabupaten Gorontalo Utara.
Kegiatan yang diinisiasi tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo tersebut dihadiri akademisi, profesor, narasumber, tokoh adat, pemerhati bahasa dan budaya, serta berbagai pemangku kepentingan. FGD ini menjadi wadah untuk menghimpun masukan dalam penyusunan panduan ortografi Bahasa Gorontalo.
Dalam sambutannya, Thamrin Sirajuddin menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Gorontalo beserta tim peneliti yang telah melaksanakan kajian strategis dalam upaya pelestarian bahasa daerah.
Menurutnya, Bahasa Gorontalo merupakan identitas, jati diri, sekaligus warisan budaya yang perlu terus dijaga. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi, penyusunan panduan ortografi menjadi langkah penting untuk menghadirkan standar penulisan Bahasa Gorontalo yang dapat digunakan dalam bidang pendidikan, penelitian, pemerintahan, media, hingga literasi digital.
| Baca juga: Fakta Baru Evolusi Manusia |
"FGD ini menjadi forum penting untuk menghimpun berbagai pandangan dan masukan dari akademisi, tokoh adat, praktisi, serta masyarakat agar hasil penelitian mampu menggambarkan kekayaan variasi Bahasa Gorontalo sekaligus menghasilkan pedoman yang mudah dipahami dan diterapkan," ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Gorontalo Utara berkomitmen mendukung pelestarian bahasa daerah melalui penguatan literasi. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan koleksi buku dan referensi Bahasa Gorontalo, digitalisasi naskah serta dokumen budaya lokal, penyelenggaraan kegiatan literasi berbasis budaya daerah, dan penyebarluasan panduan ortografi kepada sekolah, perpustakaan desa, komunitas literasi, serta masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....