Logam Tanah Jarang Berpotensi Dongkrak Ekonomi Nasional Berkelanjutan
- 02 Agt 2026 13:39 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Logam tanah jarang atau rare earth elements merupakan kelompok mineral strategis yang terdiri atas 17 unsur kimia, termasuk scandium, yttrium, dan 15 unsur lantanida. Meski disebut "tanah jarang", unsur-unsur tersebut sebenarnya tersebar cukup melimpah di kerak bumi. Istilah itu muncul karena proses pemisahan dan pemurniannya sangat kompleks serta jarang ditemukan dalam kandungan yang tinggi sehingga mudah ditambang.
Indonesia memiliki potensi cadangan logam tanah jarang yang diperkirakan mencapai sekitar 350 ribu ton rare earth oxides (REO). Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dikelola secara optimal melalui pembangunan industri yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
Pengembangan rantai pasok yang menyeluruh diyakini mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga dapat menghasilkan produk bernilai tinggi seperti magnet permanen dan berbagai komponen untuk industri teknologi modern. Langkah ini sekaligus membuka peluang investasi, memperkuat industri manufaktur nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Namun, pemanfaatan logam tanah jarang masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan teknologi ekstraksi dan pemurnian menjadi salah satu hambatan utama, disertai perlunya penguatan pengawasan rantai pasok dan regulasi agar sumber daya mineral tidak kembali diekspor dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang rendah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menyiapkan strategi pengembangan yang bertumpu pada lima pilar utama, yakni memperkuat regulasi dan tata kelola, membangun ekosistem teknologi pengolahan, menerapkan standar lingkungan yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat diplomasi ekonomi di tingkat global. Melalui langkah tersebut, logam tanah jarang diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong daya saing dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....