Resmi Jadi UIN, Sultan Amai Siap Buka Prodi Umum
- 28 Jul 2026 09:24 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Perjuangan selama kurang lebih sembilan tahun akhirnya membuahkan hasil. Presiden RI Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2026 tentang Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo pada 16 Juli 2026.
Terbitnya Perpres tersebut menjadi tonggak baru bagi pengembangan satu-satunya kampus keagamaan negeri di Provinsi Gorontalo. Perubahan status dari IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi UIN sekaligus menandai integrasi keilmuan yang diusung kampus tersebut.
Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo yang kini beralih menjadi Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag, mengatakan transformasi itu membuka ruang bagi kampus untuk mengembangkan program studi umum sesuai kebutuhan masyarakat.
“Terbitnya Perpres Nomor 48 menjadi sejarah baru bagi pengembangan satu-satunya kampus keagamaan negeri di Gorontalo. Perubahan itu sekaligus menandai integrasi keilmuan yang diusung. Jika selama ini hanya mengembangkan kajian-kajian keagamaan, dengan transformasi ke UIN kampus memiliki ruang membuka Prodi umum sesuai kebutuhan masyarakat, seperti kesehatan, pertanian dan lain-lain,” papar Prof. Ahmad Faisal, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, perubahan status IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi UIN tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal proses transformasi tersebut.
Gusnar Ismail disebut berulang kali turun langsung melobi kementerian terkait, termasuk Kementerian PAN-RB, untuk mempercepat alih status IAIN menjadi UIN sebagai upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Gorontalo.
“Alhamdulillah dukungan Gubernur Gusnar Ismail sangat besar. Bahkan berulang kali beliau mendatangi Kemenpan RB untuk percepatan transformasi ini,” jelas Prof. Ahmad Faisal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para bupati dan wali kota di Provinsi Gorontalo yang memberikan dukungan penuh melalui rekomendasi, serta seluruh pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses perubahan status tersebut.
Diketahui, perjuangan transformasi IAIN menjadi UIN telah dilakukan sejak sembilan tahun silam. Civitas akademika bekerja memenuhi berbagai persyaratan perubahan status sejak masa kepemimpinan Rektor Dr. Lahaji, berlanjut pada era Dr. Zulkarnain Suleman, hingga akhirnya terwujud pada masa Rektor Prof. Ahmad Faisal.
Sejak menjabat sebagai Rektor IAIN Gorontalo sekitar setahun lalu, Prof. Ahmad Faisal menaruh perhatian besar terhadap percepatan transformasi kampus. Target alih status menjadi UIN pada 2026 pun akhirnya terealisasi sesuai harapan.
Hadirnya UIN Sultan Amai Gorontalo menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang berimplikasi terhadap peningkatan sumber daya manusia (SDM), dengan mengusung tagline UIN Sultan Amai Gorontalo (SMART) serta "UIN Unggul, Progressif dan Berdampak."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....