Pompa Air Tenaga Surya, Salah Satu Inovasi Yang Menarik Di PENAS KTNA
- 23 Jun 2026 16:00 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Teknologi pompa air berbasis tenaga surya menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian peserta Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo. Teknologi ini menawarkan solusi irigasi yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan bagi petani.
Pompa air tersebut memanfaatkan energi matahari yang ditangkap melalui panel surya untuk menggerakkan mesin pompa. Sistem ini dirancang untuk membantu petani mengalirkan air ke lahan pertanian tanpa bergantung pada bahan bakar minyak maupun pasokan listrik dari jaringan umum.
Teknisi pompa air tenaga surya, Irwan, mengatakan teknologi tersebut sangat cocok diterapkan di wilayah pertanian yang jauh dari sumber listrik. Selain mengurangi biaya operasional, petani juga dapat memanfaatkan energi matahari yang tersedia sepanjang tahun.
| Baca juga: Monster Wolf Diburu Warga Jepang |
“Pompa ini bekerja menggunakan energi dari panel surya. Jadi petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bakar setiap kali melakukan pengairan sawah,” ucap Irwan saat ditemui di lokasi pameran, Senin 22 Juni 2026
Menurutnya, salah satu keunggulan utama sistem tersebut adalah adanya fitur pengaturan waktu operasi pompa secara otomatis. Petani dapat menentukan jadwal penyiraman sesuai kebutuhan tanaman tanpa harus datang langsung ke lokasi.
“Pompa bisa diatur kapan mulai bekerja dan kapan berhenti. Dengan sistem timer ini, proses pengairan menjadi lebih efisien dan petani bisa menghemat waktu,” kata Irwan
Ia menjelaskan, teknologi tersebut juga dilengkapi perangkat kontrol yang memungkinkan pengoperasian dilakukan dengan lebih mudah. Pengaturan debit air dapat disesuaikan dengan luas lahan dan kebutuhan tanaman.
Selain untuk sawah, pompa tenaga surya juga dapat dimanfaatkan untuk kebun hortikultura, perkebunan, hingga penyediaan air bagi kolam perikanan. Fleksibilitas tersebut membuat teknologi ini diminati oleh banyak pengunjung yang datang ke arena pameran.
Sejumlah petani yang menyaksikan demonstrasi alat mengaku tertarik karena dapat menekan biaya produksi, khususnya pada musim kemarau ketika kebutuhan air meningkat dan biaya operasional pompa berbahan bakar minyak menjadi lebih besar.
Irwan menambahkan penggunaan energi terbarukan di sektor pertanian menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.
“Harapannya teknologi seperti ini semakin banyak digunakan petani karena selain hemat biaya, juga lebih ramah lingkungan dan mendukung modernisasi pertanian Indonesia,” tambahnya.
Pameran teknologi pertanian pada PENAS KTNA XVII menjadi wadah bagi petani untuk mengenal berbagai inovasi terbaru yang dapat diterapkan guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian di daerah masing-masing. (RA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....