Relawan Literasi Masyarakat Perpusnas Perkuat Literasi Inklusif di Gorontalo

  • 03 Jun 2026 18:47 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Gerakan literasi inklusif terus digaungkan di Provinsi Gorontalo melalui kolaborasi antara Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses literasi hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Tiga Relawan Literasi Masyarakat Tahun 2026 melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Pertemuan berlangsung di Perpustakaan HB Jassin Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo.

Ketiga relawan tersebut yakni Apris Nawu dari Kabupaten Bone Bolango, Fitri Fathia Paramita Kinanti dari Kota Gorontalo, dan Parmin Ishak dari Kabupaten Gorontalo Utara. Mereka telah ditetapkan sebagai Relawan Literasi Masyarakat Tahun 2026 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara relawan dan pemerintah daerah dalam memperkuat gerakan literasi berbasis masyarakat. Sejumlah program dan agenda kerja literasi disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Koordinator Relima Provinsi Gorontalo, Apris Nawu, mengatakan gerakan literasi harus mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali. Menurutnya, pendekatan literasi inklusif penting untuk membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya saing.

"Kami bergerak sebagai aktivator dan katalisator. Karena itu, kami ingin menggaungkan semangat literasi inklusif yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat," ucap Apris Nawu, Rabu 3 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Relima hadir sebagai mitra strategis perpustakaan dan pemerintah daerah dalam menggerakkan berbagai program literasi. Program tersebut meliputi kampanye gemar membaca, pendampingan perpustakaan desa dan kelurahan, rumah ibadah, taman bacaan masyarakat, hingga edukasi literasi digital.

Apris menambahkan, berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kecakapan literasi masyarakat sekaligus memperluas akses pengetahuan bagi kelompok rentan dan masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, menyambut baik kehadiran Relima sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di daerah.

"Kolaborasi antara relawan dan perpustakaan sangat penting untuk memperluas jangkauan layanan literasi hingga ke desa-desa dan komunitas masyarakat," kata Ridwan Hemeto.

Program Relawan Literasi Masyarakat merupakan inisiatif Perpustakaan Nasional RI yang bertujuan melahirkan agen perubahan di bidang literasi. Melalui kolaborasi yang semakin kuat, gerakan literasi di Gorontalo diharapkan mampu meningkatkan budaya baca, kecakapan literasi, serta menciptakan masyarakat yang kritis dan adaptif di era digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....