Monster Wolf Diburu Warga Jepang
- 24 Mei 2026 21:16 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Meningkatnya serangan beruang terhadap manusia di Jepang memicu lonjakan permintaan terhadap robot pengusir hewan liar bernama “Monster Wolf” atau “Monster Serigala”. Robot yang memiliki tampilan menyeramkan itu kini menjadi salah satu solusi alternatif yang banyak dicari masyarakat, khususnya mereka yang tinggal dan bekerja di wilayah pedesaan.
Robot tersebut dikembangkan oleh perusahaan Jepang Ohta Seiki yang berbasis di Hokkaido. Dengan desain menyerupai serigala ganas, alat ini dilengkapi mata merah menyala, suara lolongan, geraman keras, hingga efek suara menyeramkan yang dirancang untuk mengusir hewan liar seperti beruang dari area permukiman maupun lahan pertanian.
Lonjakan permintaan terjadi setelah Jepang mengalami peningkatan tajam kasus serangan beruang dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data resmi pemerintah Jepang, tercatat sebanyak 13 kematian akibat serangan beruang sepanjang periode 2025 hingga 2026. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi baru dan lebih dari dua kali lipat dibandingkan rekor sebelumnya.
Tidak hanya menyebabkan korban jiwa, kemunculan beruang di wilayah permukiman juga semakin sering terjadi. Lebih dari 50 ribu laporan penampakan beruang diterima otoritas Jepang di berbagai daerah. Hewan liar itu bahkan dilaporkan berkeliaran di dekat sekolah, masuk ke kawasan permukiman warga, muncul di supermarket, hingga terlihat di area resor pemandian air panas.
Situasi tersebut membuat masyarakat Jepang, terutama warga yang tinggal di wilayah pegunungan dan pedesaan, merasa semakin khawatir. Para petani, pekerja konstruksi, pengelola lapangan golf, hingga pengelola fasilitas wisata mulai mencari cara yang lebih efektif untuk melindungi diri dari ancaman hewan liar.
Dilansir dari tekno.sindonews.com, Presiden Ohta Seiki, Yuji Ohta, mengatakan pihaknya menerima sekitar 50 pesanan untuk “Monster Wolf” dalam waktu singkat. Angka itu disebut jauh lebih tinggi dibanding jumlah pesanan yang biasanya diterima perusahaan dalam satu tahun penuh.
Menurut Ohta, meningkatnya serangan beruang membuat masyarakat mulai menyadari pentingnya alat pengusir hewan liar yang efektif. Ia menyebut banyak pelanggan percaya robot tersebut mampu memberikan perlindungan tambahan di area terbuka dan wilayah rawan kemunculan beruang.
“Kami memproduksi alat ini secara manual dan saat ini kami tidak mampu memproduksinya secepat permintaan yang diterima. Semakin banyak orang menyadari bahwa produk kami efektif dalam mengatasi ancaman beruang, tetapi pelanggan harus menunggu antara dua hingga tiga bulan,” ujar Ohta kepada AFP.
Permintaan terbesar datang dari kalangan petani yang bekerja di lahan terbuka, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan hutan. Selain itu, operator lapangan golf dan pekerja sektor konstruksi juga mulai menggunakan robot tersebut untuk menjaga area kerja mereka dari gangguan hewan liar.
Robot “Monster Wolf” pertama kali diperkenalkan oleh Ohta Seiki pada tahun 2016. Saat diluncurkan, harga alat tersebut dipatok mulai sekitar USD4.000 atau setara puluhan juta rupiah. Meski tergolong mahal, minat masyarakat terhadap produk ini terus meningkat karena dinilai mampu memberikan rasa aman tambahan.
Secara tampilan, robot ini dibuat menyerupai serigala dengan bulu tebal dan bentuk tubuh yang intimidatif. Ketika sensor mendeteksi gerakan, robot akan mengeluarkan berbagai suara keras seperti lolongan, geraman, hingga suara tembakan untuk menakuti hewan liar agar menjauh. Mata merah menyala pada robot juga dirancang untuk memberikan efek ancaman visual bagi hewan yang mendekat.
Kesuksesan produk tersebut membuat Ohta Seiki terus melakukan pengembangan teknologi. Perusahaan kini sedang merancang versi terbaru “Monster Wolf” yang dilengkapi roda sehingga dapat bergerak sendiri untuk mengejar hewan liar atau melakukan patroli otomatis di jalur tertentu.
Tak hanya itu, Ohta Seiki juga berencana menghadirkan versi portabel yang lebih ringan dan mudah dibawa. Produk tersebut ditujukan bagi para pendaki gunung, pemancing, hingga anak sekolah yang sering beraktivitas di daerah rawan kemunculan beruang.
Perusahaan juga tengah menjajaki penggunaan kamera berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk model masa depan. Teknologi AI itu nantinya diharapkan mampu mengenali jenis hewan secara otomatis dan merespons ancaman dengan lebih cepat dan akurat.
Meningkatnya interaksi antara manusia dan beruang di Jepang sendiri diduga dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perubahan iklim, berkurangnya sumber makanan di habitat alami, serta menurunnya populasi manusia di pedesaan yang membuat wilayah hutan semakin terbuka bagi hewan liar.
Fenomena ini menjadi perhatian serius pemerintah Jepang karena tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di daerah pedesaan. Dalam kondisi tersebut, kehadiran teknologi seperti “Monster Wolf” dianggap menjadi salah satu solusi modern untuk mengurangi risiko konflik antara manusia dan satwa liar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....