BRIN Temukan Sepuluh Spesies Anggrek Baru di Indonesia
- 12 Mei 2026 12:31 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID , Gorontalo - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah mitra penelitian berhasil mendokumentasikan sepuluh spesies anggrek baru yang ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Temuan ini memperkaya data mengenai keragaman serta persebaran tumbuhan berbunga dari keluarga Orchidaceae di Tanah Air.
Dilansir dari GNFI , Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) BRIN, Aninda Retno Utami Wibowo, mengatakan pendokumentasian tersebut menunjukkan pentingnya eksplorasi biodiversitas dan penelitian herbarium dalam mendukung pelestarian flora Indonesia.
Aninda menyebut Indonesia, terutama kawasan Wallacea dan wilayah timur, masih memiliki banyak potensi keanekaragaman anggrek yang belum teridentifikasi.
“Temuan ini memperlihatkan bahwa masih banyak spesies anggrek di Indonesia yang belum terdokumentasi. Karena itu, eksplorasi lapangan dan pengkajian koleksi herbarium perlu terus diperkuat guna memperkaya basis data biodiversitas nasional,” ujar Aninda.
Penelitian tersebut melibatkan sejumlah lembaga dan organisasi, di antaranya Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Yayasan Konservasi Biota Lahan Basah, Universitas Samudra, serta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Adapun sepuluh spesies anggrek yang kini tercatat sebagai temuan baru di Indonesia meliputi Bulbophyllum nematocaulon, Bulbophyllum sanguineomaculatum, Cleisomeria lanatum, Corybas calopeplos, dan Corybas holttumii dari Sumatra. Selain itu, terdapat Acanthophippium bicolor dan Anoectochilus papuanus dari Jawa, Dendrobium teretifolium dari Kepulauan Nusa Tenggara, Bulbophyllum thiurum dari Kalimantan, serta Aerides augustiana dari Sulawesi.
Aninda menjelaskan, Anoectochilus papuanus yang sebelumnya diketahui hanya tersebar di Papua dan Kepulauan Solomon kini ditemukan di wilayah Jawa Timur. Sementara itu, Dendrobium teretifolium yang sebelumnya dikenal berasal dari Australia, kini tercatat tumbuh di Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pijakan penting dalam upaya perlindungan flora Indonesia, khususnya di wilayah yang masih minim eksplorasi ilmiah.
“Pendokumentasian spesies secara akurat sangat penting untuk mendukung perlindungan habitat dan memperkuat kebijakan konservasi yang berbasis data ilmiah,” kata Aninda.
Hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Lankesteriana Volume 26 Nomor 1 Tahun 2026 melalui artikel berjudul Ten New Orchid Records from the Indonesian Archipelago.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....