Instagram Bersih-Bersih Bot, Followers Pengguna Anjlok
- 11 Mei 2026 01:00 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Platform media sosial Instagram tengah menjadi sorotan setelah banyak pengguna mengeluhkan jumlah followers mereka turun drastis dalam waktu singkat. Fenomena ini ramai dibahas di berbagai media sosial dan bahkan dijuluki warganet sebagai “The Great Purge of 2026”.
Keluhan datang dari berbagai kalangan, mulai dari selebriti dunia, influencer, kreator konten, hingga pengguna biasa. Banyak pengguna mengaku kehilangan ratusan hingga ribuan followers hanya dalam hitungan jam. Sejumlah akun besar juga terlihat mengalami penurunan angka pengikut yang cukup signifikan.
Kondisi tersebut sempat memicu spekulasi bahwa Instagram sedang mengalami error sistem atau perubahan algoritma besar-besaran. Sebagian pengguna bahkan menduga ada gangguan pada fitur perhitungan followers karena penurunan terjadi secara serentak di banyak akun.
Namun, induk perusahaan Instagram, Meta, memastikan bahwa fenomena itu bukan disebabkan oleh kesalahan sistem. Perusahaan menjelaskan penurunan jumlah followers merupakan bagian dari proses rutin pembersihan akun tidak aktif dan akun bot di platform mereka.
“Proses ini bertujuan untuk menjaga komunitas Instagram tetap sehat dan autentik. Karena itu, pengguna mungkin melihat perubahan pada jumlah followers,” kata juru bicara Meta.
Menurut Meta, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas interaksi di Instagram sekaligus menekan aktivitas akun palsu, spam, dan bot yang selama ini dianggap mengganggu ekosistem platform. Pembersihan akun seperti ini sebenarnya bukan hal baru, tetapi kali ini dampaknya terasa lebih luas sehingga memicu kepanikan di kalangan pengguna.
Meta juga menegaskan bahwa followers aktif tidak akan terdampak dalam proses pembersihan tersebut. Artinya, akun asli yang masih digunakan secara normal tetap aman dan tidak akan dihapus dari daftar pengikut.
Selain itu, perusahaan yang bermarkas di Menlo Park, Amerika Serikat, itu menyebut akun yang sebelumnya sempat ditangguhkan tetapi berhasil dipulihkan akan kembali dihitung setelah proses verifikasi selesai.
Fenomena ini pun memunculkan berbagai reaksi dari pengguna internet. Sebagian menyambut baik langkah Meta karena dinilai dapat membuat jumlah followers menjadi lebih realistis dan autentik. Namun, tidak sedikit pula kreator konten dan pelaku bisnis digital yang khawatir penurunan followers dapat memengaruhi citra akun maupun kerja sama komersial dengan brand.
Di sisi lain, para pengamat media sosial menilai langkah pembersihan akun bot menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas platform. Dengan mengurangi akun palsu dan tidak aktif, tingkat engagement dinilai bisa menjadi lebih akurat dibanding sekadar mengejar angka followers semata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....