Deputi Kemen PPPA RI, Sebut UBM Gorontalo Contoh Kampus Peduli Perempuan
- 08 Mei 2026 16:38 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan pembangunan keluarga berkualitas melalui peresmian Gedung Griya Mandiri Forum Penggerak Perempuan Bina Mandiri Gorontalo (FPPBMG), Jumat 8 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di kompleks Kampus UBMG tersebut dihadiri langsung Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Dr. Amurwani Dwi Lestariningsih.
Kehadiran Deputi Kemen PPPA RI menjadi momentum strategis bagi UBMG dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi perempuan untuk mendorong pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Dr. Amurwani memberikan apresiasi terhadap langkah UBMG yang dinilai menghadirkan dukungan nyata terhadap penguatan perempuan melalui keberadaan Griya Mandiri FPPBMG. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, mulai dari persoalan stunting, rendahnya capaian imunisasi, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Karena itu, organisasi perempuan diminta tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga aktif mendampingi masyarakat.
“Berbicara tentang perempuan tidak pernah habis untuk dibahas, karena seluruh sisi kehidupan memiliki peran perempuan di dalamnya. Kehadiran Griya Mandiri FPPBMG menunjukkan bahwa UBMG memiliki kepedulian dan dukungan nyata terhadap penguatan perempuan, keluarga, dan pembangunan masyarakat,” ucapnya
“FPPBMG bisa menjadi agen perubahan bagi perempuan-perempuan hebat di Provinsi Gorontalo. Jangan hanya hadir dalam seremoni, tetapi hadir langsung di lapisan masyarakat untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi perempuan dan keluarga,” katanya.
Menurutnya, Gedung Griya Mandiri FPPBMG memiliki potensi besar menjadi pusat layanan, edukasi, pemberdayaan, dan advokasi perempuan berbasis kolaborasi akademik dan sosial kemasyarakatan.
“Gedung ini bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi dapat menjadi ruang bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan perempuan di Gorontalo. Semoga gedung ini membawa keberkahan dan manfaat bagi perempuan-perempuan yang membutuhkan dukungan,” ujarnya.

Selain itu, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA RI juga menekankan pentingnya membangun budaya kesetaraan gender dimulai dari lingkungan keluarga. Ia menyebut dukungan laki-laki terhadap perempuan menjadi faktor penting dalam menciptakan keluarga harmonis dan mencegah kekerasan.
“Kesetaraan harus dimulai dari keluarga. Dukungan kecil dari seorang suami kepada istri akan menciptakan rasa aman dan menghilangkan potensi kekerasan. Perempuan yang mendapatkan support system yang baik akan lebih kuat menghadapi tantangan kehidupan,” jelasnya.
Ia turut mendorong peningkatan kualitas pendidikan perempuan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul dan inklusif.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Azis Rachman, menyampaikan bahwa UBMG terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan berdampak melalui berbagai program kolaboratif bersama organisasi perempuan, pemerintah, dan masyarakat.
“Keberadaan Griya Mandiri ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi strategis yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan perempuan dan keluarga di Gorontalo,” kata Dr. Azis.

Ia menegaskan, melalui FPPBMG, UBMG ingin membangun gerakan perempuan yang produktif, mandiri, dan berdaya saing global sekaligus memperkuat branding kampus sebagai perguruan tinggi unggul, berkarakter, dan mengglobal. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....