Mesir Sukses Tanam Gandum Pakai Air Asin
- 02 Mei 2026 15:52 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Mesir mencatat terobosan penting di sektor pertanian setelah berhasil melakukan eksperimen budidaya gandum menggunakan air tanah berkadar garam tinggi di wilayah gurun. Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam upaya memperluas lahan pertanian, mengurangi ketergantungan terhadap air Sungai Nil, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dilansir dari tekno.sindonews.com, percobaan tersebut dilakukan di kawasan El-Moghra, Provinsi Matrouh, yang terletak di gurun barat laut Mesir. Wilayah ini berada jauh dari Sungai Nil dan selama ini dinilai kurang cocok untuk sistem irigasi konvensional dalam skala besar.
Dalam uji coba tersebut, para peneliti menggunakan air tanah dengan tingkat salinitas mencapai 8.000 bagian per juta (ppm). Meski menggunakan air asin, hasilnya cukup menggembirakan. Tingkat perkecambahan benih tergolong tinggi, tanaman menunjukkan toleransi yang baik terhadap kadar garam, serta memiliki potensi untuk menghasilkan panen optimal apabila diterapkan secara luas.
Tidak hanya itu, kualitas biji gandum yang dihasilkan juga memenuhi standar yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa budidaya tanaman pangan di lingkungan dengan kadar garam tinggi tetap dapat dilakukan secara ekonomis dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini merupakan bagian dari proyek reklamasi lahan gurun Mesir seluas 1,5 juta feddan atau sekitar 630 ribu hektare. Program ambisius tersebut bertujuan untuk memperluas lahan pertanian sekaligus mengurangi tekanan terhadap sumber daya air Sungai Nil yang semakin terbatas.
Dalam pengembangannya, Mesir telah menciptakan tiga varietas gandum tahan garam melalui kerja sama dengan Desert Research Center (DRC) di bawah Kementerian Pertanian dan Reklamasi Lahan. Pengembangan ini memanfaatkan teknologi pertanian modern yang dirancang agar dapat diterapkan secara luas di berbagai wilayah gurun.
Ketua sekaligus CEO Egyptian Countryside Development Company, Amr Abdel Wahab, menyebut keberhasilan ini sebagai pencapaian besar, baik dari sisi ilmiah maupun praktis. Menurutnya, pendekatan berbasis riset menjadi kunci dalam memperluas produksi pertanian di wilayah dengan kondisi lingkungan yang menantang.
Program reklamasi lahan seluas 1,5 juta feddan sendiri merupakan bagian dari strategi nasional Mesir untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, serta memodernisasi sektor pertanian di masa depan. Dengan inovasi ini, Mesir semakin optimistis mampu menghadapi tantangan krisis air dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....