Tak Semua Cacing Lemah Panas, Ini Kisah Cacing Pompeii
- 30 Apr 2026 18:57 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Cacing ini memiliki tubuh berwarna merah muda dengan panjang sekitar 15 sentimeter, serta dilapisi struktur menyerupai bulu berwarna abu-abu. Di bagian kepalanya terdapat insang berwarna merah yang mencolok. Penampilannya yang tidak biasa membuatnya kerap dibandingkan dengan makhluk fiksi dalam dunia hiburan.
Nama “Pompeii” sendiri diambil dari kota kuno Pompeii yang hancur akibat letusan gunung berapi, menggambarkan lingkungan ekstrem tempat cacing ini hidup. Sementara itu, nama “Alvinella” merujuk pada kapal selam Alvin yang berjasa dalam penemuannya.
Berdasarkan kutipan laman Nationalgeographic.co.id Habitat cacing ini memang tidak kalah ekstrem dibandingkan wilayah vulkanik. Ventilasi hidrotermal terbentuk di perbatasan lempeng tektonik, di mana air laut yang meresap ke dalam kerak bumi dipanaskan oleh magma, lalu menyembur kembali dengan suhu yang bisa mencapai ratusan derajat Celsius.
Menariknya, Pompeii worm mampu hidup sangat dekat dengan sumber panas tersebut. Pengukuran menunjukkan bahwa suhu di bagian ekor cacing bisa mencapai 60–80°C. Kemampuan ini menjadikannya salah satu hewan paling tahan panas yang pernah ditemukan.
Keberadaan cacing ini tidak hanya memperluas pemahaman manusia tentang batas kehidupan, tetapi juga membuka peluang penelitian baru tentang bagaimana organisme dapat beradaptasi di lingkungan ekstrem, bahkan yang sebelumnya dianggap tidak mungkin dihuni.
Sumber : Nationalgeographic.co.id dan Wikipedia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....