Ubi Ungu dan Fakta Antikanker
- 16 Apr 2026 09:28 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa ubi ungu mampu menghambat pertumbuhan sel kanker hingga 75 persen. Klaim ini menarik perhatian masyarakat karena ubi ungu merupakan bahan pangan yang mudah ditemukan dan sering dikonsumsi sehari-hari.
Secara ilmiah, ubi ungu atau Ipomoea batatas memang dikenal kaya akan senyawa aktif bernama antosianin, yaitu pigmen alami yang memberi warna ungu sekaligus berperan sebagai antioksidan kuat. Senyawa ini telah banyak diteliti karena potensinya dalam menjaga kesehatan tubuh.
Sejumlah penelitian laboratorium menunjukkan bahwa antosianin dalam ubi ungu memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, hingga potensi antikanker. Studi terbaru tahun 2025 bahkan mengungkapkan bahwa ekstrak ubi ungu berpotensi sebagai agen kemopreventif atau pencegah kanker, khususnya pada penelitian hewan percobaan.
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional menemukan bahwa kandungan antosianin pada ubi ungu dapat menghambat proliferasi atau pertumbuhan sel kanker, serta memicu apoptosis (kematian sel kanker), terutama pada kanker usus besar dalam uji laboratorium.
Namun demikian, para ahli menegaskan bahwa hasil tersebut sebagian besar masih berada pada tahap penelitian in vitro (di laboratorium) atau uji coba pada hewan. Artinya, efeknya pada manusia belum sepenuhnya terbukti secara klinis dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Terkait klaim “menghambat hingga 75 persen”, angka tersebut umumnya berasal dari hasil uji laboratorium tertentu terhadap sel kanker, bukan pada tubuh manusia secara langsung. Oleh karena itu, klaim tersebut tidak bisa disamaratakan sebagai efek pasti jika seseorang mengonsumsi ubi ungu dalam kehidupan sehari-hari.
Meski begitu, ubi ungu tetap memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Kandungan antioksidannya dapat membantu melawan radikal bebas, menjaga kesehatan sel, serta berpotensi menurunkan risiko berbagai penyakit kronis jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Para ahli kesehatan juga mengingatkan bahwa tidak ada satu jenis makanan pun yang bisa menyembuhkan kanker secara instan. Pencegahan kanker tetap membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari pola makan seimbang, olahraga, hingga pemeriksaan kesehatan rutin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....