Indonesia Siap Bangun Fasilitas Logam Tanah Jarang pada 2026
- 16 Apr 2026 11:06 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo -Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengelolaan sumber daya mineral strategis dengan rencana pembangunan fasilitas riset dan produksi logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE). Proyek ini dijadwalkan mulai dibangun pada 20 Mei 2026 dan menjadi bagian penting dari agenda hilirisasi industri nasional.
Dikutip dari GNFI, Peresmian proyek ini direncanakan akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global, khususnya dalam sektor mineral kritis yang semakin dibutuhkan dunia.
Fasilitas tersebut akan memanfaatkan bahan baku dari sisa hasil produksi timah yang selama ini belum diolah secara optimal. Peran utama dalam penyediaan bahan baku akan dipegang oleh PT Timah. Limbah timah yang sebelumnya kurang bernilai kini akan diolah menjadi produk bernilai tinggi melalui teknologi pemrosesan LTJ.
Pengembangan proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Timah dan Perminas. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas terintegrasi yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga riset dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas hasil olahan.
Pemerintah menargetkan dalam waktu dua tahun setelah pembangunan dimulai, fasilitas ini sudah dapat beroperasi secara komersial. Selain menghasilkan nilai tambah bagi industri dalam negeri, proyek ini juga diharapkan mampu menyumbang devisa negara melalui ekspor produk turunan LTJ.
Secara global, logam tanah jarang menjadi komoditas strategis karena perannya yang krusial dalam berbagai industri modern, seperti teknologi elektronik, energi terbarukan, hingga baterai kendaraan listrik. Dengan mengembangkan industri ini, Indonesia berpotensi mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah sekaligus meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Langkah ini juga dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga pemain utama dalam industri teknologi berbasis mineral kritis. Jika berhasil, proyek ini dapat menjadi tonggak penting dalam transformasi ekonomi nasional menuju industri berbasis nilai tambah tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....