Anak Kecanduan HP, Ini Dampaknya

  • 16 Apr 2026 19:32 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Penggunaan telepon pintar atau gadget pada anak kini menjadi perhatian serius di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Di satu sisi, perangkat ini membantu proses belajar dan komunikasi. Namun di sisi lain, penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi tumbuh kembang anak.

Data dari UNICEF menunjukkan sebagian besar anak di Indonesia telah menggunakan internet setiap hari, terutama untuk hiburan dan media sosial. Namun, penggunaan ini juga membawa risiko, mulai dari paparan konten tidak pantas hingga gangguan kesehatan mental dan sosial jika tidak diawasi dengan baik.

Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa kecanduan gadget dapat memengaruhi kondisi emosional anak. Anak cenderung menjadi lebih mudah marah, cemas, dan kurang stabil secara emosi. Kondisi ini dipicu oleh paparan konten digital berlebihan serta kurangnya interaksi sosial di dunia nyata.

Selain itu, penggunaan gadget yang terlalu intens juga berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan mental, seperti depresi dan kecemasan. Studi menunjukkan bahwa paparan media sosial secara terus-menerus dapat memengaruhi citra diri anak dan memicu tekanan psikologis.

Dampak lain yang cukup sering terjadi adalah gangguan tidur. Cahaya biru dari layar gadget diketahui dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Akibatnya, anak menjadi sulit tidur atau mengalami kebiasaan begadang yang berpengaruh pada kesehatan fisik dan konsentrasi belajar.

Kementerian terkait juga menegaskan bahwa penggunaan gawai pada anak dapat menyebabkan kecanduan dan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, baik fisik maupun mental. Hal ini termasuk penurunan kemampuan konsentrasi serta terganggunya perkembangan kognitif anak.

Tidak hanya itu, kecanduan gadget juga berdampak pada perilaku anak. Mereka cenderung menjadi lebih sulit diatur, kurang bersosialisasi, bahkan menunjukkan sikap individualis. Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan gadget berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial langsung dengan lingkungan sekitar.

Dari sisi gaya hidup, anak yang terlalu sering menggunakan gadget berisiko mengalami gangguan pola makan dan belajar. Fokus yang berlebihan pada layar membuat anak sering mengabaikan waktu makan, belajar, bahkan aktivitas fisik yang penting untuk tumbuh kembangnya.

Para ahli menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak. Edukasi literasi digital, pembatasan waktu layar, serta mendorong aktivitas non-digital seperti olahraga dan interaksi sosial dinilai menjadi langkah efektif untuk meminimalisir dampak negatif tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....