Kolaborasi UNG Revitalisasi Ekosistem Pesisir di Desa Torosiaje
- 25 Des 2025 11:39 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Desa Torosiaje, perkampungan ikonik di atas air yang terletak di Kabupaten Pohuwato, menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan kolaboratif bertajuk “Echoes of Tomini”. Program ini merupakan inisiatif langsung Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang dilaksanakan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNG, berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi serta Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato.
Mengusung tema “Revitalizing Coastal Ecosystems through Education, Culture and Tourism”, kegiatan Echoes of Tomini tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Program ini hadir sebagai wujud nyata sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah dalam menjaga, mengangkat, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya, sosial, dan potensi lokal kawasan Teluk Tomini, khususnya di Desa Torosiaje.
Pemilihan Desa Torosiaje sebagai lokasi kegiatan dinilai sangat strategis. Wilayah ini dikenal memiliki kekayaan budaya dan sosial yang khas, sekaligus menyimpan potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, perikanan, hingga ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Presiden BEM UNG, Surya Reksa Umar, menjelaskan bahwa Echoes of Tomini selaras dengan visi UNG yang menitikberatkan pada pengembangan masyarakat berbasis kawasan, terutama di wilayah Teluk Tomini.
“Torosiaje memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Melalui ruang akademis, mahasiswa ingin memberikan kontribusi nyata lewat penelitian dan pengabdian, sehingga potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Surya.
Inisiatif mahasiswa ini mendapat apresiasi tinggi dari Rektor UNG yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Menurut Amir, gerakan yang lahir dari akar rumput mahasiswa ini memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pembangunan masyarakat di kawasan Teluk Tomini.
“Kami berharap melalui kegiatan ini lahir gagasan-gagasan konstruktif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat lokal. Ini membuktikan bahwa mahasiswa UNG peduli dan hadir langsung di tengah masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Amir menegaskan komitmen UNG untuk mendukung penuh berbagai inisiatif inovatif mahasiswa yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Program seperti Echoes of Tomini bukan sekadar aktivitas kemahasiswaan, tetapi merupakan implementasi nyata dari visi universitas. UNG berkomitmen tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memastikan dukungan sumber daya agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui Echoes of Tomini, UNG bersama mahasiswa dan pemerintah daerah berharap dapat memperkuat peran pendidikan tinggi dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong pengembangan budaya dan pariwisata lokal yang berdaya saing. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....