Rahasia Logo Bluetooth, Jejak Viking di Teknologi Modern

  • 25 Okt 2025 08:58 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Teknologi nirkabel yang kini begitu akrab di kehidupan sehari-hari ternyata menyimpan kisah menarik di balik namanya. Nama dan logo dari standar komunikasi nirkabel Bluetooth rupanya diilhami oleh seorang raja Viking, Harald Bluetooth, dan lambang kuno yang menggabungkan unsur sejarah dan simbolisme Nordik.

Pada abad ke-10, Harald Bluetooth dalam bahasa Denmark “Harald Blåtand” memerintah sebagian besar Denmark dan wilayah Norwegia, serta dikreditkan dengan mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil di wilayah Skandinavia. Julukan “Bluetooth” (gigi biru) diyakini berasal dari giginya yang sangat gelap atau kebiruan meskipun sebagian peneliti masih mendebat penyebab pastinya.

Mengapa nama raja ini dipakai untuk sebuah teknologi modern? Saat sejumlah perusahaan teknologi seperti Intel, Ericsson dan Nokia mengembangkan sistem komunikasi nirkabel pendek jarak, salah satu insinyur Intel, Jim Kardach, menyarankan nama kode “Bluetooth” karena analoginya: raja yang menyatukan wilayah, teknologi yang menyatukan perangkat.

Logo Bluetooth pun tak kalah menarik. Lambang ikonik tersebut bukan sekadar huruf “B” biasa, melainkan kombinasi dari dua huruf runik kuno dari alfabet Norse (Younger Futhark) yaitu ᚼ (Hagall = H) dan ᛒ (Bjarkan = B), yang merupakan inisial nama Harald Bluetooth. Dengan demikian, logo ini bisa dilihat sebagai tanda visibilitas sejarah sebuah bind-rune yang menggabungkan H + B.

Seiring berjalannya waktu, nama dan simbol ini tidak hanya berfungsi sebagai merek teknologi, tapi juga sebagai pengingat bahwa konektivitas modern dari perangkat ke perangkat memiliki akar budaya dan historis yang jauh lebih lama dari yang kita kira. Teknologi ini sejak diluncurkan telah menjadi bagian fundamental dalam kehidupan digital menyatukan headphone, smartphone, komputer, mobil, bahkan artefak IoT (Internet of Things).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....