Korban Kecelakaan Tak Boleh Diberi Minum? Ini Penjelasannya
- 12 Jul 2025 18:27 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Saat menyaksikan kecelakaan di jalan raya, reaksi spontan banyak orang adalah memberikan bantuan sebisa mungkin, termasuk menawarkan air minum kepada korban. Namun, tahukah Anda bahwa tindakan ini justru bisa membahayakan nyawa korban? Memberi minum kepada korban kecelakaan merupakan kesalahan umum yang harus dihindari dalam pertolongan pertama.
Menurut panduan medis darurat dari American College of Emergency Physicians (ACEP) dan Palang Merah Indonesia (PMI), korban kecelakaan tidak boleh diberi makan atau minum sebelum dievaluasi oleh tenaga medis. Hal ini dikarenakan korban bisa mengalami luka internal atau cedera pada organ-organ penting, termasuk saluran pencernaan, yang tidak tampak secara kasat mata.
Salah satu alasan utama adalah risiko tersedak. Saat seseorang mengalami trauma, terutama pada kepala atau leher, kemampuan refleks menelan bisa terganggu. Jika diberi minum dalam kondisi ini, air bisa masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan tersedak hingga gagal napas.
Selain itu, banyak korban kecelakaan harus menjalani tindakan operasi darurat. Dalam dunia medis, pasien yang akan dioperasi harus dalam kondisi perut kosong minimal 6 jam. Minum sebelum operasi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti aspirasi, yaitu masuknya isi lambung ke paru-paru saat pasien dibius.
Fakta medis lainnya menyebutkan bahwa cedera pada organ dalam seperti lambung, usus, atau hati, bisa menyebabkan perdarahan internal. Memberi air atau makanan hanya akan menambah beban kerja organ dan memperparah kondisi korban. Oleh karena itu, tenaga medis sangat menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh korban tetap stabil tanpa intervensi yang tidak diperlukan.
Bahkan pada kasus cedera ringan pun, pemberian air tetap harus dilakukan dengan hati-hati dan hanya jika korban sudah benar-benar sadar, tidak mengalami muntah, dan tidak menunjukkan tanda-tanda cedera kepala atau perut. Dalam situasi darurat, lebih baik memanggil ambulans dan membiarkan petugas medis mengambil alih penanganan.
Dalam pelatihan pertolongan pertama (first aid), masyarakat diajarkan untuk memprioritaskan pencegahan bahaya lebih lanjut dan menjaga jalan napas tetap terbuka. Memberi minum tanpa pemeriksaan menyeluruh justru bertentangan dengan prinsip dasar ini. Edukasi tentang penanganan korban kecelakaan harus ditingkatkan agar tidak ada niat baik yang berujung fatal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....