Tidak Hanya Oranye, Ini Perbedaan Warna Rompi Tahanan

  • 08 Nov 2024 09:28 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo - Berbagai warna rompi tahanan sering terlihat dalam pemberitaan, namun tidak banyak yang tahu bahwa setiap warna memiliki arti khusus. Tidak hanya rompi oranye yang umum dikenal, warna lain seperti hijau, merah, dan biru juga digunakan untuk membedakan jenis tahanan dan instansi yang menangani kasus tersebut. simak lebih jauh makna di balik warna-warna rompi tahanan yang sering terlihat di pengadilan atau saat konferensi pers ini


1.Rompi Oranye: Rompi tahanan berwarna oranye adalah yang paling umum terlihat di Indonesia. Warna oranye dipilih karena mencolok, sehingga mudah dikenali jika seorang tahanan mencoba kabur. Rompi ini umumnya dikenakan oleh tahanan yang berada di bawah pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Artinya, rompi oranye sering diasosiasikan dengan kasus korupsi atau kejahatan tingkat tinggi.


2.Rompi Pink : Rompi warna pink digunakan oleh tahanan pidana khusus di Kejaksaan Agung (Kejagung). Warna ini dipilih untuk membedakan identitas tahanan pidana khusus dari tahanan lainnya. Rompi ini juga dilengkapi garis hitam dan tulisan “Tahanan” pada bagian punggung, yang menunjukkan bahwa mereka berada di bawah pengawasan lembaga tertentu dengan aturan khusus.


3.Rompi Merah: Warna merah pada rompi tahanan dikenakan oleh tahanan pidana umum yang juga berada di bawah naungan Kejaksaan Agung. Pemakaian warna ini membantu dalam identifikasi kategori tahanan pidana umum serta memudahkan pengawasan di institusi tersebut.


4.Rompi Biru: Rompi biru dikenakan oleh tahanan di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Rompi ini menunjukkan bahwa tahanan berada di bawah kepolisian setempat, dan sering digunakan dalam kasus yang bersifat lokal atau spesifik wilayah. Warna biru yang berbeda ini juga membantu aparat dalam mengidentifikasi tahanan yang berada di bawah pengawasan kepolisian wilayah tertentu.


ini menunjukkan bahwa warna rompi tahanan di Indonesia bukan hanya sekadar tampilan, tetapi berfungsi sebagai identifikasi jenis tahanan, instansi yang menanganinya, serta bentuk tindakan disipliner dan pengawasan yang dilakukan oleh lembaga terkait.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....