IMF dan Bank Dunia Gelar Pertemuan Tahunan di Bangkok, Ekonomi Global Jadi Sorotan
- 02 Okt 2026 20:00 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- IMF World Bank Bangkok 2026
- Pertemuan IMF Bank Dunia 2026
- Annual Meetings 2026
- IMF Oktober 2026
- World Bank Oktober 2026
- ekonomi global 2026
- ekonomi Indonesia 2026
- AI dan lapangan kerja
- investasi global
- lapangan kerja Indonesia
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group akan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 12 hingga 18 Oktober 2026.
Dalam jadwal resmi IMF, Annual Meetings 2026 tercatat berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 di Bangkok, Thailand. Rangkaian kegiatan mencakup berbagai forum publik, pertemuan tingkat menteri, seminar, konferensi pers, serta pertemuan antara negara anggota IMF dan World Bank Group. IMF – 2026 Annual Meetings Schedule
World Bank Group juga mengonfirmasi bahwa pertemuan tahunan tersebut berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 di Bangkok. Lokasi utama kegiatan adalah Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC). World Bank Group – Annual Meeting Venue
Pertemuan tahunan IMF dan World Bank Group menjadi forum bagi delegasi negara anggota, organisasi internasional, masyarakat sipil, media, serta perwakilan lembaga keuangan internasional untuk membahas isu ekonomi global dan pembangunan.
AI dan Lapangan Kerja Jadi Perhatian
Salah satu agenda yang dijadwalkan dalam rangkaian pertemuan adalah pembahasan mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan hubungannya dengan dunia kerja.
World Bank Group menjadwalkan forum “Small AI, Big Jobs” pada 12 Oktober 2026. Forum tersebut masuk dalam agenda utama World Bank Group selama Annual Meetings. World Bank Group – 2026 Annual Meetings
Dalam jadwal IMF, pada hari yang sama juga terdapat forum “Labor Markets in Asia: Challenges and Opportunities in the Age of AI” yang membahas tantangan dan peluang pasar tenaga kerja Asia di tengah perkembangan AI. IMF – Annual Meetings Schedule
Isu lapangan kerja menjadi salah satu perhatian karena perkembangan teknologi dapat mengubah kebutuhan keterampilan dan pola pekerjaan di berbagai negara.
Di Indonesia, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Penduduk yang bekerja sebanyak 148,19 juta orang, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 4,65 persen.
BPS juga mencatat sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi lapangan usaha dengan jumlah penduduk bekerja terbesar, yakni 42,60 juta orang atau 28,75 persen dari total penduduk bekerja. BPS – Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Mei 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen
Di tengah perkembangan ekonomi global, perekonomian Indonesia masih mencatat pertumbuhan positif.
Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year). Secara kumulatif, ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen dibandingkan semester I 2025.
BPS juga mencatat Produk Domestik Bruto atau PDB Indonesia berdasarkan harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp6.552,1 triliun. BPS – Ekonomi Indonesia Triwulan II 2026
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi pada triwulan II 2026, yakni 10,81 persen secara tahunan.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh 15,97 persen secara tahunan.
Untuk semester I 2026, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,83 persen, sedangkan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh 18,62 persen.
Kondisi Ekonomi Global Masih Menjadi Perhatian
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 berada sekitar 3,0 persen. Dalam Tinjauan Kebijakan Moneter September 2026, BI juga memperkirakan tekanan inflasi global meningkat menjadi sekitar 4,6 persen.
Untuk perekonomian Indonesia, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. BI menyebut pertumbuhan ekonomi domestik didukung oleh implementasi berbagai program stimulus pemerintah, membaiknya keyakinan pelaku ekonomi, serta optimalisasi berbagai sumber pertumbuhan. Bank Indonesia – Tinjauan Kebijakan Moneter September 2026
Bank Indonesia juga menilai ketahanan eksternal Indonesia perlu terus diperkuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Dalam keputusan Rapat Dewan Gubernur 22–23 September 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen, Deposit Facility sebesar 4,75 persen, dan Lending Facility sebesar 6,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh antara lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027. Bank Indonesia – BI-Rate Tetap 5,75 Persen
Agenda Utama Berlangsung 12–18 Oktober
Rangkaian Annual Meetings 2026 tidak hanya mencakup pembahasan ekonomi global, tetapi juga agenda mengenai pembangunan, investasi, lapangan kerja, dan pembiayaan.
Pada 12 Oktober, World Bank Group menjadwalkan forum “Small AI, Big Jobs”. Kemudian pada 14 Oktober dijadwalkan forum “Mobilizing Private Capital for Jobs” yang menjadi bagian dari program utama World Bank Group.
Agenda tingkat menteri kemudian dilanjutkan dengan Development Committee pada 15 Oktober, Annual Meetings Plenary Session pada 16 Oktober, dan International Monetary and Financial Committee (IMFC) Plenary pada 17 Oktober. World Bank Group – Annual Meetings 2026
IMF juga menjadwalkan Press Briefing World Economic Outlook pada 13 Oktober 2026. Agenda tersebut tercantum dalam jadwal resmi Annual Meetings dan menjadi bagian dari rangkaian agenda publik yang dapat diikuti melalui siaran daring. IMF – Press Briefing World Economic Outlook
Selain agenda tersebut, rangkaian pertemuan juga mencakup forum masyarakat sipil, dialog mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan, serta berbagai seminar yang berlangsung sepanjang pekan.
Perhatian Indonesia pada Pertemuan Bangkok
Dengan kondisi ekonomi Indonesia yang masih tumbuh 5,29 persen pada triwulan II dan 5,45 persen pada semester I 2026, perkembangan dalam Annual Meetings menjadi salah satu agenda yang perlu diperhatikan dalam melihat dinamika ekonomi global.
Pembahasan mengenai pertumbuhan ekonomi, investasi, pasar tenaga kerja, AI, pembiayaan pembangunan, serta kondisi pasar keuangan global menjadi bagian dari rangkaian agenda IMF dan World Bank Group di Bangkok.
Perkembangan dan hasil pembahasan selama 12–18 Oktober 2026 nantinya akan memberikan informasi terbaru mengenai arah pembahasan ekonomi dan pembangunan global, termasuk isu yang berkaitan dengan negara-negara berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....