BNPB Perkuat Kapasitas Pengajar Sekolah Rakyat Gorontalo

  • 06 Okt 2026 13:41 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kapasitas pengajar Sekolah Rakyat di Provinsi Gorontalo melalui Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Bagi Sekolah Rakyat, yang berlangsung selama lima hari, 5–9 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PKSDM) Provinsi Gorontalo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Pelatihan ini diikuti para pengajar Sekolah Rakyat sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar dalam menghadapi serta merespons potensi bencana.

Ketua Tim (Katim) Penyelenggaraan PDMB Sekolah Rakyat Pusdiklat BNPB, Joko Sri Wismoko, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program yang ditujukan untuk memperkenalkan dasar-dasar manajemen bencana kepada para pengajar Sekolah Rakyat.

“Nah, program ini adalah program dari Asta Cita Presiden RI. Tujuannya apa untuk pengenalan bagi para pengajar, baik pengenalan dasar-dasar mengenai manajemen bencana. Ini fungsinya apa fungsinya supaya agar masyarakat mengerti tentang bencana. ,” ujar Joko Sri Wismoko. Senin, 5 Oktober 2026.

Menurutnya, pengetahuan kebencanaan tidak hanya penting untuk keselamatan diri sendiri, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta untuk membantu masyarakat lainnya ketika terjadi bencana.

“Tentang bagaimana mereka bisa menyelamatkan minimal dirinya sendiri dan bisa maksimal bisa menolong masyarakat yang lain,” jelasnya.

Untuk Provinsi Gorontalo, Sekolah Rakyat saat ini baru terdapat di Kabupaten Boalemo. Meski pelaksanaan pelatihan tidak berlangsung langsung di lokasi Sekolah Rakyat, kegiatan dipusatkan di PKSDM Provinsi Gorontalo.

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Materi diberikan oleh BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, serta personel atau Aparatur Sipil Negara (ASN) BPBD Provinsi Gorontalo yang telah mengikuti pelatihan khusus dan memiliki kompetensi di bidang kebencanaan.

Kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para pengajar, mulai dari pengenalan risiko bencana, kesiapsiagaan, hingga langkah-langkah dasar penyelamatan saat menghadapi situasi darurat.

Joko menambahkan, penguatan kapasitas pengajar menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran dan budaya kesiapsiagaan bencana sejak dini di lingkungan pendidikan.

Melalui pelatihan ini, para pengajar diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan untuk melindungi diri, tetapi juga mampu meneruskan edukasi kebencanaan kepada peserta didik dan lingkungan masyarakat di sekitarnya.

Dengan demikian, keberadaan Sekolah Rakyat di Gorontalo diharapkan turut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sadar risiko, tangguh, dan siap menghadapi bencana. (mcgorontaloprov/ppid)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....