Anggaran Rp50 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan Jembatan Wonosari

  • 06 Okt 2026 13:44 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Kabupaten Boalemo mendapat dukungan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk memperbaiki jembatan di Kecamatan Wonosari yang roboh akibat diterjang banjir.

Kabar tersebut disampaikan Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali saat menghadiri Istighosah Kubro yang dirangkaikan dengan khitanan massal di Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Minggu 4 Oktober 2026.

Lahmuddin mengatakan, dukungan anggaran tersebut diperoleh setelah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Bupati Boalemo Rum Pagau melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana beberapa bulan lalu.

Menurutnya, anggaran perbaikan jembatan tersebut saat ini telah tersedia dan pemerintah daerah masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

“Anggarannya sudah ada, tinggal menunggu petunjuk pelaksanaan dari Kepala BNPB,” ujar Lahmuddin.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Boalemo akan terus mengawal proses tersebut agar pembangunan kembali jembatan dapat segera direalisasikan dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat Wonosari.

Dalam kesempatan itu, Lahmuddin juga mengajak masyarakat untuk terus berdoa melalui kegiatan Istighosah Kubro, termasuk memohon agar hujan segera turun di tengah kondisi kemarau yang masih melanda Kabupaten Boalemo.

Selain persoalan jembatan, Lahmuddin menyampaikan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Boalemo tidak menghentikan upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan melalui dukungan pemerintah pusat.

Ia menyebutkan, sejumlah program strategis nasional yang masuk ke Kabupaten Boalemo saat ini memiliki nilai yang mendekati Rp1 triliun.

Salah satu di antaranya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kecamatan Wonosari yang telah beroperasi dengan dukungan anggaran sekitar Rp227 miliar.

Program tersebut dilengkapi berbagai fasilitas dan ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama kelompok desil 1 dan 2.

“Ini menunjukkan bahwa meskipun APBD kita terbatas, kita terus berupaya menghadirkan pembangunan melalui dukungan pemerintah pusat. Yang terpenting adalah bagaimana program-program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Lahmuddin.

Lahmuddin berharap berbagai dukungan pembangunan yang telah diperoleh Kabupaten Boalemo dapat terus dikawal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Wonosari.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengawal setiap tahapan pembangunan serta terus berdoa agar kebutuhan dan harapan masyarakat Wonosari dapat segera diwujudkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....